Purbaya Respons Outlook RI Negatif dari Moody’s, Optimistis Ekonomi Membaik

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s Investors Service dari stabil menjadi negatif. Meski begitu, ia menilai kondisi ekonomi nasional justru menunjukkan perbaikan yang kuat.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen pada kuartal IV dan 5,11 persen sepanjang 2025, menjadi sinyal perekonomian nasional sudah berbalik arah dan akan terus membaik ke depan.

“Ya biar saja seperti itu. Yang jelas ekonomi kita sudah berbalik arah dan lebih cepat dari sebelumnya. Ke depan akan membaik lagi, pertumbuhan juga akan lebih cepat. Saya pikir nanti Moody’s pelan-pelan akan melihat kondisi di sini dengan lebih fair,” kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (6/2).

Dia menduga, penilaian Moody’s dilakukan sebelum Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi terbaru. Karena itu, Purbaya optimistis sentimen negatif tersebut hanya bersifat sementara.

“Pelan-pelan nanti keraguannya akan hilang. Lembaga pemeringkat itu kan menilai apakah kita mampu dan mau membayar utang. Dua-duanya kita penuhi, jadi seharusnya tidak ada masalah. Ini saya pikir hanya jangka pendek,” jelasnya.

Menurut Purbaya, jika data pertumbuhan ekonomi sudah dirilis lebih dulu, hasil penilaian Moody’s bisa saja berbeda. Ia menekankan, dari sisi fiskal Indonesia bergerak ke arah yang benar, dengan pertumbuhan yang lebih baik dan defisit yang tetap terkendali.

“Kita berhasil membalikkan arah ekonomi dengan biaya yang relatif minimum. Defisit juga masih terjaga (di bawah 3 persen),” kata dia.

Terkait kemungkinan penurunan peringkat kredit, Purbaya menilai langkah tersebut tidak memiliki dasar kuat. Ia menyebut kondisi ekonomi Indonesia masih lebih stabil dibandingkan sejumlah negara lain.

“Alasannya tidak terlalu kuat untuk downgrade. Justru ke depan harusnya ada peluang upgrade, mungkin setelah akhir tahun ketika pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen atau lebih. Fokus saya sekarang adalah memperbaiki fundamental ekonomi,” pungkas Purbaya.

Sebelumnya, Moody’s Investors Service menetapkan peringkat kredit atau sovereign credit rating (SCR) Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil. Moody’s menilai ekonomi Indonesia tetap resilien, didukung pertumbuhan ekonomi yang solid serta kredibilitas kebijakan moneter dan fiskal yang terjaga.

Kekuatan ekonomi nasional juga dinilai bertumpu pada keunggulan sumber daya alam dan bonus demografis. Permintaan domestik yang kuat, khususnya dari konsumsi rumah tangga dan investasi, diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026.

Selain itu, keberlanjutan kebijakan untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur dan komoditas dinilai berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan nasional secara berkelanjutan.

Moody’s juga menyebut penguatan pendapatan pemerintah, fleksibilitas fiskal, peningkatan daya saing ekonomi, serta pendalaman pasar keuangan sebagai faktor-faktor yang berpotensi membuka peluang peningkatan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Amplop Berisi Uang di Safe House, KPK Duga Akan Dibagikan ke Oknum Bea Cukai
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Tetap Dukung Prabowo di 2029, PAN Usul Zulhas Bisa Jadi Cawapres
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Dirut hingga Komisaris PT DSI Jadi Tersangka Penggelapan Dana, Uang Rp4 M Lebih Disita Polisi
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Saksi Mata Cerita Kronologi Temukan Cacahan Uang di TPS Bekasi | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Peradilan In-absentia Disebut Bisa Diterapkan Rampas Aset Riza Chalid
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.