Qingdao, VIVA – Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia dipaksa bekerja ekstra keras sebelum akhirnya menumbangkan Malaysia dengan skor tipis 3-2 pada laga kedua Grup D Badminton Asia Team Championships atau BATC 2026 di Qingdao, Rabu 5 Februari 2026.
Sempat tertinggal dua partai lebih dulu, Merah Putih berada di ujung tanduk. Namun tiga kemenangan beruntun di partai akhir memastikan comeback dramatis sekaligus mengantar Indonesia keluar sebagai juara grup.
Tunggal pertama Moh Zaki Ubaidillah atau Ubed gagal menyumbang angka setelah kalah dua gim dari Justin Hoh. Ia mengaku belum beradaptasi maksimal dengan kondisi lapangan karena tak sempat melakukan tes arena.
“Pertama saya mau ucap syukur alhamdulillah sudah bisa bermain dengan lancar, tanpa cedera. Di pertandingan hari ini, adaptasinya belum maksimal dengan lapangan. Agak kaget dengan kondisinya karena saya belum sempat tes lapangan,” kata Ubed dikutip PBSI.
Zaki juga menyebut ini pengalaman pertamanya turun sebagai tunggal pertama di level senior sehingga ada beban tersendiri yang ia rasakan.
Situasi makin sulit ketika ganda putra Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana ikut tumbang di partai kedua. Leo menilai permainan mereka tak keluar normal dan terlalu terbawa emosi usai keberhasilan di turnamen sebelumnya.
“Mainnya enggak cukup normal di gim pertama. Mungkin emosi dan nafsu kami masih terbawa dari juara Thailand Masters kemarin, masih terlalu menggebu-gebu tapi akhirnya kurang terkontrol,” tambah Leo.
Bagas pun meminta maaf karena belum mampu menyumbang poin untuk tim.
Tertinggal 0-2 justru memicu kebangkitan Indonesia. Tunggal kedua Prahdiska Bagas Shujiwo membuka harapan setelah menang rubber game. Ia mengaku sempat kehilangan fokus di gim kedua bahkan mengalami masalah pada kaki, namun berhasil bangkit di gim penentuan.
“Alhamdulillah bisa menyumbang poin buat hari ini,” kata Prahdiska
Momentum berlanjut di sektor ganda kedua. Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin tampil lebih agresif setelah kalah di gim pertama dan akhirnya memaksakan laga hingga gim ketiga sebelum menyamakan skor menjadi 2-2.
Raymond mengungkapkan laga itu terasa berbeda karena menjadi pertandingan beregu pertamanya setelah lama absen, sementara Nikolaus menekankan pentingnya ketenangan di poin-poin kritis.



