Wisata Bahari Kelas Dunia Makin Terbuka, ASDP Buka Rute Wakatobi-Buton

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mendukung konektivitas di wilayah perairan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, untuk menunjang sektor pariwisata dan perekonomian di daerah tersebut melalui layanan penyeberangan yang andal.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo, mengatakan pihaknya melayani penyeberangan menuju Wakatobi dari rute Kamaru di Kabupaten Buton.

"Kehadiran layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah kepulauan secara berkelanjutan," kata Heru, seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, dukungan itu dilakukan, karena Kepulauan Wakatobi sebagai salah satu permata bahari Nusantara yang terus menarik perhatian wisatawan, serta menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.

Seiring potensi tersebut, ASDP melalui Cabang Bau-Bau mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah melalui layanan penyeberangan yang andal.

Heru menegaskan penguatan layanan penyeberangan di lintasan Bau-Bau merupakan bagian komitmen perusahaan menghadirkan konektivitas laut optimal, khususnya bagi wilayah kepulauan yang tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Menurutnya, kapal penyeberangan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.

"Kami tidak hanya menghubungkan pulau ke pulau, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat. Lintasan menuju Wakatobi menjadi contoh bagaimana konektivitas laut mampu mendukung pariwisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Heru.

Akses Wisata Bahari Kelas Dunia Kian Terbuka

Wakatobi dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia yang berada di jantung coral triangle dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut yang indah.

Gugusan pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, hingga Hoga menawarkan pengalaman wisata autentik melalui aktivitas snorkeling dan diving yang menampilkan pesona bawah laut Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis pariwisata.

Di sisi lain, Wakatobi juga memiliki potensi sumber daya pangan yang menopang ekonomi masyarakat. Komoditas hasil laut menjadi andalan, disertai produksi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, dan sagu yang dikelola berkelanjutan.

Kelancaran transportasi laut menjadi kunci penting dalam menjaga distribusi barang, stabilitas harga, dan kesinambungan aktivitas ekonomi di kawasan kepulauan.

General Manager ASDP Cabang Bau-Bau Zullivan Ramadhana, menjelaskan saat ini pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan 14 lintasan perintis dengan dukungan 14 unit kapal.

KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II menjadi tulang punggung layanan menuju Wakatobi, melalui rute strategis Kamaru-Wanci, serta Kamaru-Kaledupa-Wanci-Tomia-Binongko.

Sepanjang 2025, layanan penyeberangan menuju wilayah Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang, serta mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan.

Capaian itu mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas, sekaligus mempertegas peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi kepulauan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hilirisasi Ayam Dimulai di 6 Provinsi, Peternak Bisa Cuan Rp81 T/Tahun
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dana Hibah Jadi Bancakan, Saksi Sebut Wartawan hingga KPU-Bawaslu Kebagian Pokir Aspirator Kusnadi
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Sinopsis CINTA SEDALAM RINDU SCTV Episode 221, Hari Ini Jumat 6 Februari 2026: Misi Penyelamatan Aluna Berhasil, Galaxy Dapat Fakta Mengejutkan soal I
• 30 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Langkah Awal Tahapan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tidak Tercapai
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Britney Spears Ungkap Perlaukuan Mengerikan Keluarganya: Saya Beruntung Masih Hidup
• 19 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.