Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan industri yang sunset atau mengalami penurunan kinerja dan pendapatan.
Menurut Airlangga, tidak ada sektor atau industri di Indonesia yang mengalami sunset, termasuk TPT. Menurutnya, semua orang pasti membutuhkan baju dan sepatu.
Dia kemudian meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi XI DPR RI untuk memantau dan memastikan sektor ini mendapatkan kredit dari perbankan.
“Dunia ada 8 miliar orang dan 8 miliar orang ini setelah disurvei, semuanya tidak ada yang tidak mau pakai baju atau pakai sepatu. Jadi market terus terjaga, tapi tolong di OJK kami monitor, SLIKnya bilang ini sunset industry. Nah sebetulnya tidak ada sektor yang sunset,” kata Airlangga saat Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026, dikutip Jumat (6/2).
Mulanya Airlangga menyebutkan Indonesia telah menjalin kerja sama perdagangan dengan banyak negara, mulai Asia, Eropa dan tengah berupaya menjalin kerja sama dagang dengan Amerika Serikat.
Dengan demikian, menurut dia sebanyak 8 miliar penduduk dunia bisa dijangkau oleh produk industri TPT Indonesia. Dia mengaku Indonesia pernah menjadi pemain tekstil yang besar, sehingga saat ini membutuhkan investasi ulang.
Terlebih menurut dia, sektor TPT Indonesia diuntungkan dalam beberapa hal, seperti segi energi, upah kerja, ongkos listrik, air yang lebih kompetitif dari Vietnam maupun China.
“Jadi there is no reason Indonesia gak bisa mengembalikan kekuatan kita di sektor padat karya. Dan Bapak Presiden sudah menyetujui, kita akan siapkan dana sebesar Rp 6 billion (miliar) dan sudah punya roadmapnya,” ujarnya.
Dia mengeklaim masih banyak investor asing dengan merek TPT yang masih bertahan di Indonesia, bahkan bisnisnya terus tumbuh.
“Nah pemerintah akan siapin 6 billion untuk co-invest atau co-financing. Nanti formulasinya kita akan bahas. Dan di dunia ini, Indonesia ini negara yang kelima yang diperkirakan mampu menjadi pemain tekstil besar,” tutupnya.
Sebelumnya pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 6 miliar untuk peremajaan teknologi industri tekstil nasional. Langkah ini ditempuh untuk menjaga keberlangsungan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja sekaligus memastikan daya saing industri tetap terjaga di tengah persaingan global.
“Dan kemarin di Hambalang pada hari Minggu Bapak Presiden Prabowo menyiapkan untuk mempertahankan yang labor intensive base, pemerintah akan menyiapkan dana sekitar Rp 6 billion itu untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama produk textile,” ujar Airlangga dalam acara Kadin, Selasa (13/1).
Menurut Airlangga, industri tekstil menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja dan masih berpotensi meningkat signifikan jika industri mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan menjaga iklim investasi tetap kondusif.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5292222/original/022875000_1753247405-efee62e2-84c3-4d97-89c6-32bf7b5f099d.jpg)