Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya mengubah cara teknologi bekerja, tetapi juga bagaimana manusia bekerja. Dari pekerjaan rutin hingga yang memerlukan analisis kompleks, banyak profesi mulai terdampak transformasi AI.
Menurut laporan Global Risks 2026 dari World Economic Forum, hingga 92 juta pekerja bisa terdampak AI pada 2030. Adanya perubahan yang begitu cepat ini, membuat pekerja perlu menyiapkan diri agar karier tetap relevan.
“Sejujurnya, semua pekerja berbasis pengetahuan berada dalam risiko,” kata Michael Housman, pendiri dan lead strategist AI-ccelerator, sebagaimana dilansir dari Business Insider, Jumat, 6 Februari 2026.
Berikut langkah-langkah konkret yang bisa membantu mengamankan karier Anda di era AI:
1. Audit Fungsi Pekerjaan Anda
Alex King, pendiri dan managing director ExpandIQ, membagi pekerjaan menjadi tiga kategori, yaitu otomatisasi penuh, augmentasi, dan transformasi. Kebanyakan pekerja akan berada di kategori augmentasi, artinya sebagian pekerjaan bisa diotomasi, tapi tidak semuanya. King menyarankan, agar pekerja melakukan “audit” pada fungsi pekerjaan mereka dengan membuat daftar harian tugas yang dilakukan.
“Jika pekerjaan Anda lebih dapat diprediksi, risiko otomatisasi oleh AI sangat tinggi. Sedangkan jika pekerjaan lebih berbasis penilaian atau hubungan, risiko sedikit lebih rendah,” kata King.
2. Fokus pada Dampak Pekerjaan
King menekankan pentingnya menjelaskan dampak nyata pekerjaan Anda, bukan sekadar aktivitas. “Seiring perkembangan pekerjaan, menyampaikan nilai yang Anda berikan kepada perusahaan akan semakin penting,” katanya.
3. Asah Kemampuan AI
Saat pekerjaan bergerak menuju augmentasi, kemampuan AI menjadi kunci. John Morgan dari LHH menyarankan pekerja untuk mendalami AI secara serius dan memanfaatkan AI sebagai pendamping pekerjaan. King juga menambahkan bahwa banyak perusahaan belum memberikan pelatihan, jadi inisiatif belajar mandiri sangat penting.
4. Perkuat Soft Skills
AI tidak bisa menggantikan kemampuan seperti kesadaran diri dan kecerdasan emosional. “Orang yang memiliki soft skills seperti kesadaran diri dan kecerdasan emosional akan sangat sukses di masa depan karena hal itu jelas tidak bisa digantikan AI,” kata King. Morgan menambahkan, kemampuan berpikir kritis menjadi penting untuk strategi AI dan membedakan kandidat kerja.



