Letusan Ile Werung di Lembata, Warga Diminta Waspadai Awan Panas hingga Gas Beracun

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Lembata

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Api Ile Werung yang berstatus Waspada (Level II) dan berada di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain laporan rutin, Badan Geologi juga merilis hasil evaluasi terkini aktivitas gunung untuk periode 16 hingga 31 Januari 2026. Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa secara visual kondisi gunung bervariasi, mulai terlihat jelas hingga tertutup kabut, sementara asap kawah utama tidak teramati.

“Cuaca di sekitar gunung tercatat cerah hingga hujan, dengan arah angin bervariasi dari utara, timur, selatan, barat daya, barat, hingga barat laut,” ujar Lana Saria dalam keterangan resmi, Jumat, 6 Februari 2026

Berdasarkan pemantauan instrumental, selama periode tersebut terekam empat kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, empat kali gempa terasa dengan intensitas I MMI, serta 23 kali gempa tektonik jauh. 

Secara umum, tingkat kegempaan dinilai tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa aktivitas hembusan asap kawah Gunung Api Ile Werung belum teramati. 

Demikian pula dengan fenomena bualan di bawah laut, khususnya di sekitar area Gunung Hobal dan Gunung Wetitar, yang hingga kini tidak menunjukkan perubahan berarti sejak aktivitas terakhir pada November 2021. Kondisi tersebut mengindikasikan aktivitas kawah masih tergolong rendah.

Namun demikian, Badan Geologi mencatat adanya peningkatan kegempaan vulkanik dalam pada beberapa periode sebelumnya. Tercatat 21 kejadian pada 1 Januari 2025, 11 kejadian pada 6 September 2025, serta 47 kejadian pada 14 September 2025. 

Setelah gempa terasa pada 29 November 2025 malam, gempa vulkanik dalam kembali terekam signifikan sebanyak 18 kejadian.

“Kondisi tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung, meskipun belum memicu gempa dangkal yang berpotensi memicu erupsi,” jelas Lana Saria.

Badan Geologi menegaskan, potensi bahaya letusan Gunung Api Ile Werung bersifat eksplosif dengan ancaman berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta paparan gas beracun di kawasan puncak. 

Selain itu, potensi bahaya juga dapat terjadi di bawah laut, khususnya di sekitar Gunung Hobal dan Gunung Wetitar.

Aktivitas vulkanik juga berpotensi menyebabkan peningkatan muka air laut di sekitar pusat erupsi, serta paparan gas berbahaya seperti CO₂, CO, dan SO₂ di sekitar area bualan.

Sehubungan dengan itu, KESDM merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Api Ile Werung serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak mendekati area kawah puncak dalam radius dua kilometer, serta meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi bualan.

Pemantauan aktivitas Gunung Api Ile Werung akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik ke depan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Terbaru: Ini Daftar Rumah Sakit yang Menampung 40 Korban Luka Akibat Gempa Pacitan di DIY
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Dilema Emiten Ramai-ramai Buyback Saham saat Free Float Seret
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Gubernur Jateng Pastikan Warga Terdampak Tanah Gerak di Tegal Dapat Rumah Baru
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Tanggapi Pidato Presiden, Pengamat: Legitimasi Lahir dari Konsistensi Kebijakan dan Perbaikan Nyata
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Terobosan Baru dari Jepang Membuat Hidrogen Kian Mudah Digunakan
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.