JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembongkaran tiang beton monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pemotongan tiang besi.
“Untuk yang pemotongan, kebetulan kemarin saya lewat, yang dilakukan sekarang adalah yang mulai ada betonnya. Sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama,” ucap Pramono di wilayah Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Pramono menjelaskan, sebagian besar tiang besi monorel di Jalan HR Rasuna Said telah selesai dipotong.
Baca juga: Permintaan Uang Keamanan Rp 500.000 Usai Renovasi di Bekasi Berlangsung Sejak 2019
Saat ini, pekerjaan pembongkaran memasuki tahap pemotongan tiang yang dilapisi beton sehingga prosesnya tidak dapat dilakukan dengan cepat.
Meski demikian, Pramono menyebut telah meminta percepatan pembongkaran sejak awal. Ia menargetkan seluruh proses pembongkaran selesai pada September 2026.
“Jadi untuk tiang monorel, saya mencanangkan kan diselesaikan di bulan September. Tetapi setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau dulu hanya satu tiang satu hari, saya minta enggak, kalau perlu empat sampai lima tiang sehari dan sekarang sudah dilakukan,” kata dia.
Setelah seluruh tiang monorel dibongkar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penataan, mulai dari perbaikan jalan, saluran air, taman, hingga jalur pedestrian.
Pramono juga meluruskan informasi yang beredar terkait anggaran pembongkaran tiang monorel yang disebut-sebut mencapai Rp 100 miliar.
Ia menegaskan, angka tersebut bukan hanya untuk pembongkaran tiang.
Baca juga: Pramono Jamin Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Meriah, Ada Barongsai hingga Light Festival
“Sekali lagi saya ingin meluruskan karena sekarang ini masih ada yang menganggap bahwa pemotongan tiang itu Rp 100 miliar. Padahal enggak, Rp 100 miliar itu secara keseluruhan buat selokan, buat jalan, taman, pedestrian, dan sebagainya,” kata dia.
Sebelumnya, Pramono sempat menyaksikan langsung pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Dalam peninjauan kala itu, Pramono didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, serta pejabat dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ada 109 tiang monorel yang dipangkas, dimulai dari Halte Setiabudi hingga kawasan Grand Melia.
Pembongkaran tiang monorel dilakukan malam hari, mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB, agar tidak mengganggu arus lalu lintas
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



