Penulis: M. Fathur Razaq
TVRINews, Kalimantan Tengah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan harga bahan pokok di wilayahnya masih relatif stabil menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke Pasar Besar Palangka Raya pada Kamis, 5 Februari 2026.
Peninjauan dipimpin Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, bersama unsur Forkopimda, Kepala Bulog Kalteng Budi Sultika, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"Berdasarkan hasil pemantauan di pasar, secara umum harga bahan pokok masih relatif stabil. Untuk beras lokal, harganya berada pada kisaran standar, yakni sekitar Rp13.500 per kilogram," ujar Yuas Elko, dikutip Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menyebutkan, mayoritas komoditas utama seperti beras, bawang, ikan, daging, telur, hingga garam masih dijual sesuai harga normal. Namun demikian, pemerintah mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai merah yang mengalami kenaikan sekitar Rp20.000 per kilogram dibanding harga sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Pemprov Kalteng telah menyiapkan langkah mitigasi melalui mekanisme Pasar Penyeimbang guna menekan lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasokan di pasaran.
Selain harga pangan, pengawasan juga diperketat terhadap distribusi elpiji subsidi 3 kilogram. Pemerintah berkomitmen menjaga harga eceran agar tidak melebihi Rp25.000 per tabung, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan yang ditetapkan sebesar Rp22.000.
Sementara itu, Kepala Bulog Kalteng Budi Sultika memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman.
"Stok beras SPHP di gudang Bulog Kalteng saat ini mencapai sekitar 14.437 ton dan siap digunakan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran," ungkapnya.
Stok tersebut disiapkan sebagai cadangan strategis yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk intervensi pasar apabila terjadi gejolak harga yang tidak wajar.
Sebagai penutup, Pemprov Kalteng bersama Satgas Pangan menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengawasan, terutama terhadap distribusi beras premium dari luar daerah. Pemerintah menegaskan tidak akan ragu melakukan penindakan tegas terhadap praktik penimbunan maupun manipulasi harga demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat hingga perayaan Idulfitri.
Editor: Redaksi TVRINews



