Pengembang Keluhkan Skema Harga Tertinggi Listrik EBT, Ini Kata ESDM

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM RI, Eniya Listiani Dewi saat menyampaikan pemaparan dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa sejumlah pengembang energi baru dan terbarukan (EBT) mengeluhkan terkait skema harga listrik energi bersih. Hal ini lantas membuat pengembangan proyek energi hijau menjadi tersendat.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan guna mengatasi hal tersebut pihaknya tengah menyiapkan langkah perbaikan melalui revisi regulasi. Adapun, regulasi yang dimaksud yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang percepatan pengembangan energi terbarukan.

"Jadi sering ada keluhan mungkin dari para pengembang ya mengenai harga tertingginya, lalu bagaimana harga terendahnya, seperti itu negosiasinya cukup alot," kata Eniya dalam acara Energy Outlook 2026 CNBC Indonesia dikutip Jumat (6/2/2026).


Baca: PLTS Dapat Porsi 17 GW di RUPTL, ESDM: Ada Arahan Dipercepat!

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario dalam revisi Perpres 112 untuk memfasilitasi pengembangan EBT melalui berbagai terobosan. Hal ini menyusul masih banyaknya proyek yang mengalami keterlambatan mencapai commercial operation date (COD) sesuai RUPTL.

"Karena banyak delay di dalam kegiatan COD-COD dari RUPTL tersebut. Nah ini kita akan bantu untuk percepat," kata Eniya.

Menurut Eniya selain revisi Perpres 112, pemerintah juga tengah membahas revisi Peraturan Pemerintah Nomor 14 yang mengatur kolaborasi dengan PT PLN (Persero).

Ia lantas membeberkan bahwa di dalam RUPTL, sekitar 70 persen investasi berasal dari pengembang swasta atau independent power producer (IPP), sehingga diperlukan pengaturan yang lebih jelas agar peran PLN dan swasta dapat berjalan lebih mulus.

"Nah konsep swasta ini juga bagaimana PLN juga bisa berperan dengan lebih smooth gitu. Nah ini tertuang di dalam revisi PP 14," kata Eniya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Demi Ekonomi 8%, PLN Siap Tambah Jaringan Listrik 48.000 Kms

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
62 Tiang Monorel di Ruas Jl H.R. Rasuna Said Sudah Dibongkar
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persik Vs Dewa United, Incar Kemenangan Beruntun di Kandang
• 22 jam lalugenpi.co
thumb
Megaproyek Kilang Tuban Rp377 Triliun Butuh Pemodal Baru
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
IIMS 2026: Brand Otomotif Ternama Berlomba Luncurkan Produk Baru, Ini Rinciannya
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Update Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp100 Ribu per Gram
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.