JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan sikap "tanpa kompromi" menanggapi rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret anak buahnya.
Pasca sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Bea dan Cukai resmi mengenakan rompi oranye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Purbaya justru menyebutnya sebagai momentum pembersihan internal.
Sambil berkelakar pedas di hadapan awak media, Purbaya menegaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan terapi kejut atau shock therapy yang memang diperlukan untuk memperbaiki integritas di dua instansi "basah" tersebut.
BACA JUGA:Purbaya: Juda Agung Jadi Wamenkeu Bukan Tukar Guling dengan Thomas Djiwandono
"Bagus gak rompinya? Itu syok terapi untuk pajak dan bea cukai," sindir Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2).
Purbaya tak hanya sekadar bicara. Sebagai langkah konkret, ia memastikan akan melakukan perombakan struktur secara besar-besaran.
Tidak tanggung-tanggung, puluhan pejabat dan pegawai di lingkungan Pajak serta Bea Cukai bakal langsung dicopot atau digeser dari posisinya untuk memutus mata rantai praktik lancung.
"Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang. Pegawai pajak sore ini, berapa puluh pun saya akan putar (rotasi)," tegas Purbaya dengan nada bicara yang meledak-ledak.
Meski bersikap keras, Purbaya menyatakan Kemenkeu tetap akan memberikan bantuan hukum bagi bawahannya yang terjerat. Namun, ia menggarisbawahi bahwa bantuan tersebut murni untuk memastikan hak hukum mereka terpenuhi tanpa ada upaya sedikit pun untuk memengaruhi jalannya penyidikan di KPK.
"Saya akan dampingi hukumnya supaya tidak di-abuse. Tetapi saya tidak akan intervensi, dalam pengertian saya datang ke sana untuk menyuruh menghentikan prosesnya. Itu tidak akan terjadi," tambahnya.
BACA JUGA:Prabowo-Albanese Teken 'Perjanjian Jakarta 2026', Sepakati Traktat Keamanan hingga Investasi
Gelombang "badai" di Kemenkeu ini bermula dari OTT KPK di dua lokasi berbeda pada Rabu (4/2).
Di Banjarmasin, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin, yaitu Mulyono (Kepala KPP Madya Banjarmasin), Dian Jaya Demega (Fiskus), dan Venasius Jenarus Genggor (Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti).
Tak berhenti di situ, pada hari yang sama, lembaga antirasuah juga menciduk Rizal, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat dalam operasi senyap lainnya.
Kasus ini menjadi pukulan telak sekaligus momentum bagi Menkeu Purbaya untuk membuktikan janjinya melakukan reformasi birokrasi total.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494677/original/062399300_1770307176-20260205BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Jepang_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-29__1_.jpg)
