Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai cita-cita Partai Gerindra agar rakyat Indonesia bisa hidup tenang dan sejahtera mulai terwujud setelah Prabowo Subianto menjabat Presiden Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan Ahmad Muzani dalam peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
“Usia Partai Gerindra adalah usia yang tidak terbilang tua, tapi juga tidak terbilang muda. Dalam 18 tahun sejak partai ini berdiri, cita-cita yang selalu kita harapkan adalah menginginkan bagaimana rakyat Indonesia tersenyum,” tutur Muzani.
Menurutnya, rakyat tersenyum berarti memiliki ketenangan hidup serta keyakinan atas masa depan yang lebih baik.
“Rakyat Indonesia tersenyum artinya rakyat Indonesia hidup dengan tenang, memiliki keyakinan bahwa masa depannya baik, dan memiliki keyakinan kehidupannya juga baik,” ujarnya.
Muzani menegaskan, sejak awal berdiri, Gerindra selalu memperjuangkan terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.
“Untuk rakyat bisa tersenyum, maka pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan harus bisa baik,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa selama bertahun-tahun, perjuangan kader Gerindra selalu diiringi dengan seruan yang sama.
“Itu sebabnya, cita-cita partai ini sejak berdiri tidak pernah henti kita doakan dan teriakkan: ‘Gerindra Menang, Prabowo Presiden!’,” ucap Muzani.
Muzani menyebut tonggak penting perjuangan tersebut terjadi sejak 20 Oktober 2024, saat Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden RI.
“Kini, sejak 20 Oktober 2024, Ketua Umum kita, Ketua Dewan Pembina kita, Bapak H. Prabowo Subianto telah menjadi Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menyoroti langkah awal Presiden Prabowo yang langsung menyasar beban ekonomi rakyat kecil, khususnya petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Langkah pertama yang beliau lakukan adalah keinginan untuk menghapus hutang para petani, nelayan, dan UMKM,” kata Muzani.
Menurutnya, penghapusbukuan utang tersebut penting agar rakyat kecil kembali bisa mengakses perbankan dan bergerak secara ekonomi.
“Dengan kekuasaan yang diberikan oleh rakyat, Presiden Prabowo menghapus hutang petani, UMKM, dan nelayan tersebut agar mereka bisa kembali bergerak,” ujarnya.


