Produksi Beras Surplus, Bulog Defisit Rp550 Miliar

celebesmedia.id
5 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kabar baik menyelimuti sektor pangan nasional dengan catatan surplus beras yang besar. 

Ironisnya pada sisi lain, Bulog justru mengalami defisit alias kerugian finansial Rp550 miliar selama tahun 2025.

Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk sebanyak 34,69 juta ton, meningkat sebanyak 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 30,62 juta ton. 

Sementara konsumsi beras nasional diperkirakan sekitar 30,5 juta ton per tahun, dengan konsumsi per kapita pada tahun 2024 sekitar 79,08 kg/kapita/tahun, menunjukkan tren penurunan selama tiga tahun terakhir.

Direktur Keuangan Bulog Hendra Susanto mengatakan kerugian ratusan miliar itu merupakan angka sementara yang terjadi karena margin keuntungan Bulog saat ini masih sangat kecil, yakni hanya Rp50 per kilogram. 

Margin itu tidak sebanding dengan biaya operasional. Faktor lainnya, stok beras yang terlalu lama tersimpan dan mengalami penurunan mutu menambah kerugian.

Akan tetapi Bulog, menurut dia, telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk menaikkan margin fee atau keuntungan Perum Bulog. 

Dengan begitu kenaikan margin fee Bulog menjadi hampir Rp1.000 per kilogram mulai 2026, dari level saat ini hanya Rp50 per kilogram.

Dengan skema tersebut, Bulog diproyeksi mencetak keuntungan hingga triliunan rupiah. "Kalau nanti disetujui pemerintah Bulog diberikan margin 7 persen maka Bulog akan membukukan keuntungan Rp2,4 sampai Rp2,5 triliun. Jadi akan sangat sehat bagi Bulog," katanya dalam kesempatan lain.

Menurut laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi pada 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 1,27 juta hektare atau 12,69 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 10,05 juta hektare.

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada 2025 sebanyak 71,95 juta ton GKP, mengalami kenaikan sebanyak 8,44 juta ton GKP atau 13,29 persen dibandingkan produksi padi GKP di 2024 yang sebanyak 63,51 juta ton GKP.

Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 sebanyak 60,21 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 7,06 juta ton GKG atau 13,29 persen dibandingkan produksi padi GKG di 2024 yang sebanyak 53,14 juta ton GKG.

Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk sebanyak 34,69 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 30,62 juta ton.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Andre Rosiade Temui KAI Bahas Flyover Padang Luar-Jalur Penyelamat Koto Baru
• 7 jam laludetik.com
thumb
MA Ungkap Hakim yang Di-OTT KPK: Wakil Ketua PN Depok
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pakar jelaskan asal mula nama virus nipah
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Pesan Dasco di HUT ke-18 Gerindra: Terus Bergerak Dekat Rakyat
• 9 jam laludetik.com
thumb
Melacak Kepemilikan Uang Cacahan yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.