Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang 110 Wilayah Kerja (WK) atau blok migas pada tahun 2026 untuk mengejar target produksi minyak mentah 1 juta barel per hari (BOPD) pada tahun 2029.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pemerintah berdiskusi dengan Indonesia Petroleum Association (IPA) pada hari ini, Jumat (6/2), membahas target peningkatan produksi minyak dan gas Indonesia.
"Saya juga ketemu dengan Indonesia Petroleum Association, ini kan kita tahun 2029, ini kan target produksi sekitar 900.000 sampai 1.000.000 (BOPD). Jadi dari industri, kebutuhannya apa, jadi kendalanya apa," ungkapnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM.
Yuliot menyebutkan beberapa isu yang dibahas pada pertemuan tersebut yaitu penawaran 110 blok migas kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada tahun ini. Dia berharap kegiatan hulu migas ini dapat dipercepat.
"Jadi tahun ini kan kita menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di antaranya di anggota IPA ya justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak," jelas Yuliot.
Kementerian ESDM menetapkan target lifting migas yang lebih tinggi untuk tahun 2026. Untuk lifting minyak, dipatok di kisaran 600-610 ribu barel minyak per hari (bopd), serta 5.338-5.695 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) untuk lifting gas bumi.
Total blok migas yang ditawarkan tersebut lebih besar dari rencana sebelumnya yakni 75 blok migas, baik itu di daratan (on shore) maupun lepas pantau (off shore) dari wilayah Sumatra hingga Papua.
"Kami telah menyiapkan 75 blok migas di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, serta wilayah lepas pantai yang siap dikembangkan melalui penugasan atau lelang reguler," kata Yuliot saat Grand Launching Indonesia Oil and Gas Exploration di Jakarta, Selasa (25/11).
Yuliot mengatakan, saat ini terdapat 9 blok migas yang telah ditunjuk kepada badan usaha untuk dikembangkan, dan terdapat tambahan 1 blok migas, sehingga totalnya ada 10 blok migas yang sudah ditetapkan pengelolanya pada tahun ini.
Sementara itu, dia memastikan 75 blok migas yang telah disiapkan pemerintah akan mulai ditawarkan kepada badan usaha secara serempak pada tahun depan, baik berbentuk penugasan atau lelang.
"Kita mengharapkan tahun depan itu justru ini kita buka semua. Jadi sehingga siapa yang berminat untuk masing-masing wilayah kerja, ini kita akan fasilitasi apakah mekanismenya melalui lelang atau modelnya adalah penugasan," kata Yuliot.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494611/original/059165100_1770300905-Walisson_Maia_bek_baru_Arema_FC.jpeg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F06%2F4272c2c53bc5e92d48e519262cb3c3d1-20260206ron20.jpg)

