Tidak Ragu dan Tidak Menyesal

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Di India, ada seorang filsuf terkenal yang sejak lahir memiliki aura intelektual yang khas—pesona yang membuat banyak perempuan terpikat.

Suatu hari, seorang perempuan datang mengetuk pintunya dan berkata: “Jadikan aku istrimu. Jika kamu melewatkanku, kamu tidak akan pernah menemukan perempuan yang mencintaimu lebih dari aku.”

Sang filsuf sebenarnya juga menyukainya, tetapi dia menjawab: “Biarkan aku memikirkannya terlebih dahulu.”

Setelah itu, dengan sikapnya yang biasa dalam meneliti ilmu, dia mulai mencatat secara rinci kelebihan dan kekurangan antara menikah dan tidak menikah. Namun setelah disusun, dia mendapati bahwa sisi baik dan buruknya ternyata seimbang. Dia pun semakin bimbang dan tidak tahu harus memilih yang mana.

Dia terjebak dalam kebingungan yang berkepanjangan. Setiap alasan baru yang dia temukan justru menambah rumit pilihannya.

Akhirnya, dia sampai pada satu kesimpulan: ketika seseorang dihadapkan pada pilihan yang sulit dan tak mampu menentukan keputusan, maka sebaiknya dia memilih hal yang belum pernah dia alami.

“Aku sudah tahu bagaimana rasanya hidup tanpa menikah, tetapi aku belum tahu seperti apa kehidupan setelah menikah. Ya, aku harus menerima permintaannya.”

Sang filsuf pun mendatangi rumah perempuan itu dan bertanya kepada ayahnya: “Di mana putri Anda? Tolong sampaikan kepadanya bahwa aku sudah mempertimbangkannya dengan matang dan memutuskan untuk menikahinya.”

Ayah perempuan itu menjawab dengan dingin: “Kamu datang terlambat sepuluh tahun. Putriku sekarang sudah menjadi ibu dari tiga anak.”

Mendengar itu, sang filsuf hampir runtuh sepenuhnya. Dia tak pernah menyangka bahwa kecerdasan filsafat yang selama ini dia banggakan justru berujung pada penyesalan yang mendalam.

Dua tahun kemudian, karena depresi yang berkepanjangan, sang filsuf jatuh sakit dan menjelang ajal. 

Dia membakar seluruh karyanya, hanya meninggalkan satu catatan tentang hidup: “Jika hidup dibagi menjadi dua bagian, maka filsafat hidup pada paruh pertama adalah ‘tidak ragu’, dan filsafat hidup pada paruh kedua adalah ‘tidak menyesal’.”

Mungkin kamu pernah membeli pakaian yang sangat kamu sukai, tetapi terlalu sayang untuk memakainya. Kamu menyimpannya rapi di lemari. Bertahun-tahun kemudian, ketika kamu melihatnya lagi, pakaian itu sudah ketinggalan zaman.

Maka tanpa sadar, kamu pun melewatkannya.

Atau mungkin kamu pernah membeli kue yang cantik dan lezat, tetapi terlalu sayang untuk memakannya. Kamu menyimpannya rapi di dalam kulkas. Beberapa waktu kemudian, saat kamu hendak menikmatinya, kue itu sudah kedaluwarsa.

Sekali lagi, kamu pun melewatkannya.

Pakaian yang tidak dipakai saat paling ingin dikenakan, kue yang tidak dimakan saat paling nikmat, sama seperti hal-hal yang tidak dilakukan saat paling ingin dilakukan—semuanya berujung pada penyesalan.

Hidup juga memiliki masa berlaku. Hal-hal yang ingin dilakukan seharusnya dilakukan sedini mungkin. Jika keinginan hanya disimpan dengan khidmat di dalam hati tanpa pernah diwujudkan, maka satu-satunya hasil adalah melewatkannya—seperti pakaian yang sudah usang, seperti kue yang telah kedaluwarsa.

Hikmah Cerita 

Dalam kisah ini disebutkan bahwa “menikah dan tidak menikah memiliki sisi baik dan buruk yang seimbang”. Namun sesungguhnya, baik dan buruk bukanlah hukum yang mutlak. Semuanya bergantung pada bagaimana dua orang mengelola dan menjalani pernikahan tersebut.

Jika dikelola dengan sungguh-sungguh, pernikahan dapat menghadirkan kebahagiaan yang berlipat ganda dibandingkan hidup sendiri. Namun jika dijalani dengan sembarangan, pernikahan pun bisa membawa penderitaan yang berlipat ganda.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Layanan Purna Jual, BAIC Siap Operasikan 28 Dealer di Indonesia
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jual Saham MTLA, Investor Ini Kantongi Cuan Rp88 Miliar
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Beckham Putra gelar turnamen usia dini untuk jaring bakat pesepak bola
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Anti Ribet Pas Sahur! Ini 4 Rahasia Ayam Ungkep Super Empuk dan Meresap ala Chef Hotel, Dijamin Nagih
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditetapkan Tersangka Suap Restitusi Pajak
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.