REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Perubahan zaman menempatkan kreativitas sebagai salah satu kompetensi kunci di abad ini. Di tengah kemajuan teknologi digital, kemampuan mencipta, memaknai, dan mengomunikasikan gagasan menjadi semakin penting.
Masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang dikuasai, tetapi oleh daya imajinasi dan sensitivitas visual yang mampu menjembatani pesan dengan audiens.
Dalam konteks tersebut, pendidikan tinggi memegang peran strategis, termasuk yang dijalankan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikarang.
Industri kreatif digital tumbuh seiring perubahan pola konsumsi informasi dan budaya visual masyarakat. Desain tidak lagi berdiri sebatas estetika, melainkan menjadi bagian dari strategi komunikasi, identitas merek, dan pengalaman pengguna.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dunia kerja membutuhkan talenta yang mampu berpikir kreatif, sekaligus memahami konteks sosial dan teknologi. Tantangan ini menempatkan perguruan tinggi sebagai ruang penting pembentukan kompetensi yang seimbang.
Tekanan dunia kerja semakin terasa ketika kreativitas harus berhadapan dengan kecepatan produksi dan tuntutan pasar digital. Transformasi teknologi membuka peluang luas, namun juga menuntut disiplin berpikir dan kemampuan adaptasi.
Tanpa fondasi pendidikan yang tepat, kreativitas berisiko terjebak pada bentuk tanpa makna. Di titik inilah pendidikan tinggi memainkan peran krusial.
UBSI kampus Cikarang memandang Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV) sebagai disiplin strategis dalam ekosistem industri kreatif digital.
Pendidikan di Prodi DKV diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kreativitas, logika komunikasi, dan pemanfaatan teknologi. Desain dipahami sebagai bahasa visual yang membawa pesan, nilai, dan identitas, bukan sekadar karya visual yang menarik mata.
Pendekatan pembelajaran Prodi DKV di UBSI kampus Cikarang menempatkan proses berpikir sebagai inti (core).
Mahasiswa tidak hanya didorong untuk mencipta, namun juga memahami alasan di balik setiap pilihan visual. Mereka diajak membaca kebutuhan audiens, memahami karakter media, serta menyampaikan pesan secara efektif dan bertanggung jawab.
Kesadaran akan dampak sosial kreativitas juga menjadi bagian dari pembelajaran.Visual yang dihasilkan tidak hadir di ruang hampa, melainkan membentuk persepsi dan budaya. Karena itu, pendidikan Prodi DKV di UBSI kampus Cikarang menekankan tanggung jawab etis dalam berkarya agar kreativitas tetap berakar pada nilai kemanusiaan.
Kepala Kampus UBSI kampus Cikarang, Nurul Ichsan, mengatakan pentingnya arah dan kesadaran dalam membangun kreativitas.
“Industri kreatif digital membutuhkan talenta yang tidak hanya kreatif, namun juga mampu memahami konteks dan dampak karyanya. Pendidikan di Prodi DKV harus membentuk insan kreatif yang berdaya saing dan bertanggung jawab,” ujar Ichsan yang dikutip Jumat (6/2/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan visi UBSI kampus Cikarang yang memandang desain sebagai sarana komunikasi strategis. Kreativitas tidak dipisahkan dari nilai, melainkan diarahkan untuk membangun pemahaman dan identitas di tengah masyarakat digital yang terus bergerak.
Dampak pendekatan ini mulai dirasakan mahasiswa. Kreativitas dipahami sebagai proses berpikir, bukan sekadar hasil akhir. Orientasi belajar bergeser dari mengejar estetika menuju upaya menyampaikan pesan yang bermakna.
Kepercayaan diri tumbuh seiring kemampuan mengelola ide, menerima kritik, dan menyempurnakan karya secara berkelanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, UBSI kampus Cikarang turut berkontribusi pada pengembangan industri kreatif di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kreativitas digital menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru yang membuka peluang kerja dan inovasi. Prodi DKV berperan menyiapkan sumber daya manusia yang siap beradaptasi dan berkontribusi secara nyata.
Komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif tercermin dalam konsistensi menjaga mutu pendidikan kreatif. Kampus menempatkan kreativitas sebagai modal masa depan yang harus dibangun dengan kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab sosial.
Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi ruang pembentukan karakter kreatif yang berkelanjutan.
Bagi generasi muda yang ingin menempatkan kreativitas sebagai jalan masa depan, mengenal lebih jauh Prodi DKV menjadi langkah awal yang penting. Informasi mengenai Program Studi Desain Komunikasi Visual UBSI kampus Cikarang dapat diakses melalui kanal resmi penerimaan mahasiswa baru di https://pmbubsi.id/pmb, sebagai bagian dari proses.



