Moody’s Pangkas Outlook 5 Bank Besar Indonesia Jadi Negatif

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Moody’s Ratings mengubah outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif seiring penurunan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Moody’s Pangkas Outlook 5 Bank Besar Indonesia Jadi Negatif. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Moody’s Ratings mengubah outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif seiring penurunan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat (rating) kredit masing-masing bank tetap dipertahankan.

Menurut laporan Reuters, Jumat (6/2/2026), bank yang terdampak antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

Baca Juga:
Tekanan Pasar Berlanjut, IHSG Ditutup Turun 2,08 Persen ke 7.935

Sebelumnya, penurunan outlook Indonesia didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap menurunnya prediktabilitas kebijakan pemerintah.

Mengutip Dow Jones Newswires, Moody’s menilai pemerintah tengah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan melalui belanja sosial yang lebih besar, namun strategi tersebut berisiko terhadap kondisi fiskal, terutama mengingat basis penerimaan negara yang masih lemah.

Baca Juga:
S&P Nilai Outlook Indonesia Tetap Stabil, Pelemahan Fiskal Jadi Risiko Utama

Selain itu, Moody’s menyoroti berkurangnya konsistensi dan koherensi kebijakan yang dinilai dapat menggerus kepercayaan investor.

Hal ini tercermin dari meningkatnya volatilitas di pasar saham dan nilai tukar.

Baca Juga:
Chandra Asri (TPIA) Tetapkan Bunga Obligasi Tahap II 6,5-7,5 Persen

Jika tren ini berlanjut, Moody’s memperingatkan kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menopang stabilitas ekonomi dan keuangan bisa tergerus.

Perubahan outlook Moody’s ini muncul tak lama setelah MSCI Inc. menyoroti isu investabilitas di pasar modal Indonesia dan membuka peluang penurunan status pasar.

Peringatan tersebut sempat memicu aksi jual tajam, dengan IHSG turun tajam hingga sempat dikenakan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada 28-29 Januari 2026, sebelum akhirnya mulai stabil meski volatilitas masih tinggi.

Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan agenda transformasi ekonomi sambil memastikan berbagai risiko dapat dikelola dengan baik.

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga, nilai tukar, dan pasar keuangan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mensos: Rumah Sakit Tak Boleh Tolak Pasien di Tengah Penyesuaian PBI JKN
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Terpangkas Rp100 Ribu ke Rp2.856.000 per Gram
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polsek Siantan Tangani Cepat Dugaan Penganiayaan di Desa Nyamuk
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
2 Hari Pendaftaran Dibuka, Puluhan Profesional Ikut Daftar Seleksi Jabatan Deputi Kemenpora
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Tujuh Alasan Harus Kuliah di Kampus Terakreditasi Unggul, Jangan Asal Pilih!
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.