Moody’s Ratings mengubah outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif seiring penurunan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
IDXChannel - Moody’s Ratings mengubah outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif seiring penurunan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat (rating) kredit masing-masing bank tetap dipertahankan.
Menurut laporan Reuters, Jumat (6/2/2026), bank yang terdampak antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Sebelumnya, penurunan outlook Indonesia didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap menurunnya prediktabilitas kebijakan pemerintah.
Mengutip Dow Jones Newswires, Moody’s menilai pemerintah tengah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan melalui belanja sosial yang lebih besar, namun strategi tersebut berisiko terhadap kondisi fiskal, terutama mengingat basis penerimaan negara yang masih lemah.
Selain itu, Moody’s menyoroti berkurangnya konsistensi dan koherensi kebijakan yang dinilai dapat menggerus kepercayaan investor.
Hal ini tercermin dari meningkatnya volatilitas di pasar saham dan nilai tukar.
Jika tren ini berlanjut, Moody’s memperingatkan kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini menopang stabilitas ekonomi dan keuangan bisa tergerus.
Perubahan outlook Moody’s ini muncul tak lama setelah MSCI Inc. menyoroti isu investabilitas di pasar modal Indonesia dan membuka peluang penurunan status pasar.
Peringatan tersebut sempat memicu aksi jual tajam, dengan IHSG turun tajam hingga sempat dikenakan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada 28-29 Januari 2026, sebelum akhirnya mulai stabil meski volatilitas masih tinggi.
Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan agenda transformasi ekonomi sambil memastikan berbagai risiko dapat dikelola dengan baik.
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga, nilai tukar, dan pasar keuangan. (Aldo Fernando)





