Pontianak (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan status 66 rumah sakit tipe D menjadi tipe C guna memperluas akses layanan spesialis dan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di wilayah terpencil dan penyangga.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat meninjau progres pembangunan gedung baru RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendekatkan layanan medis rujukan kepada masyarakat.
"RSUD Syarif Idrus ini satu dari sepuluh rumah sakit tipe D yang sudah kita bangun dari total target 66 unit untuk ditingkatkan menjadi tipe C. Arahan Bapak Presiden jelas, jangan sampai ada warga kehilangan nyawa hanya karena jarak rumah sakit terlalu jauh atau biaya tidak terjangkau," katanya.
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas rumah sakit difokuskan pada penanganan tiga penyakit katastropik penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, jantung, dan kanker. Karena itu, setiap rumah sakit akan dilengkapi fasilitas spesialis dan peralatan medis modern.
Di RSUD Syarif Idrus Rasau Jaya, misalnya, pemerintah menyiapkan CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke dan jantung, USG ekokardiografi, pemasangan ring jantung, laboratorium patologi anatomi, mamografi, layanan kemoterapi kanker, serta fasilitas hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis.
"Kita membawa layanan spesialis mendekat ke masyarakat supaya pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke ibu kota provinsi. Ini penting untuk mengejar waktu emas penanganan," katanya.
Rumah sakit tersebut ditargetkan mulai beroperasi optimal pada Juni 2026, dengan pengadaan alat kesehatan dijadwalkan masuk pada Maret mendatang.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut baik program nasional tersebut dan berharap pembangunan rumah sakit modern juga dapat diperluas ke wilayah timur Kalbar, khususnya Kabupaten Sintang, agar masyarakat perhuluan seperti Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau tidak perlu menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan layanan spesialis.
"Kalau fasilitas lengkap tersedia di wilayah timur, masyarakat bisa tertangani lebih cepat. Ini sangat menentukan keselamatan pasien," tuturnya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan atas percepatan pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Kementerian Kesehatan yang telah mempercepat pembangunan rumah sakit ini. Kehadirannya sangat membantu masyarakat Kubu Raya karena akses layanan kesehatan kini lebih dekat dan memadai," kata Sujiwo.
Pemerintah berharap peningkatan status rumah sakit tipe D menjadi tipe C dapat memutus rantai rujukan panjang, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat di daerah.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat meninjau progres pembangunan gedung baru RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendekatkan layanan medis rujukan kepada masyarakat.
"RSUD Syarif Idrus ini satu dari sepuluh rumah sakit tipe D yang sudah kita bangun dari total target 66 unit untuk ditingkatkan menjadi tipe C. Arahan Bapak Presiden jelas, jangan sampai ada warga kehilangan nyawa hanya karena jarak rumah sakit terlalu jauh atau biaya tidak terjangkau," katanya.
Ia menjelaskan, penguatan kapasitas rumah sakit difokuskan pada penanganan tiga penyakit katastropik penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, jantung, dan kanker. Karena itu, setiap rumah sakit akan dilengkapi fasilitas spesialis dan peralatan medis modern.
Di RSUD Syarif Idrus Rasau Jaya, misalnya, pemerintah menyiapkan CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke dan jantung, USG ekokardiografi, pemasangan ring jantung, laboratorium patologi anatomi, mamografi, layanan kemoterapi kanker, serta fasilitas hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis.
"Kita membawa layanan spesialis mendekat ke masyarakat supaya pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh-jauh ke ibu kota provinsi. Ini penting untuk mengejar waktu emas penanganan," katanya.
Rumah sakit tersebut ditargetkan mulai beroperasi optimal pada Juni 2026, dengan pengadaan alat kesehatan dijadwalkan masuk pada Maret mendatang.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut baik program nasional tersebut dan berharap pembangunan rumah sakit modern juga dapat diperluas ke wilayah timur Kalbar, khususnya Kabupaten Sintang, agar masyarakat perhuluan seperti Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau tidak perlu menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan layanan spesialis.
"Kalau fasilitas lengkap tersedia di wilayah timur, masyarakat bisa tertangani lebih cepat. Ini sangat menentukan keselamatan pasien," tuturnya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan atas percepatan pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan Kementerian Kesehatan yang telah mempercepat pembangunan rumah sakit ini. Kehadirannya sangat membantu masyarakat Kubu Raya karena akses layanan kesehatan kini lebih dekat dan memadai," kata Sujiwo.
Pemerintah berharap peningkatan status rumah sakit tipe D menjadi tipe C dapat memutus rantai rujukan panjang, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, merata, dan berkualitas bagi masyarakat di daerah.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5367870/original/073341300_1759318082-20251001-Asep_Guntur_Rahayu-HEL_1.jpg)

