Seekor gajah Sumatera ditemukan mati mengenaskan di kawasan hutan konsesi Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Satwa dilindungi tersebut mati ditembak.
Dokter hewan BBKSDA Riau, Rini Deswita, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, gajah tersebut ditembak pada bagian dahi. Proyektil peluru ditemukan masih bersarang di tengkorak dan posisi tengkorak masih menyatu dengan leher.
"Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher," ujar Rini, Jumat (6/2).
Adapun bagian depan kepala, termasuk dahi, mata, hidung, dan gading hilang karena dipotong menggunakan senjata tajam. Belalai juga ditemukan dalam kondisi terpisah.
Pelaku diduga memotong setengah bagian kepala untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter.
Gajah Berusia 40 Tahun LebihDari hasil pemeriksaan, gajah memiliki panjang badan sekitar 2,86 meter dan diperkirakan berumur lebih dari 40 tahun. Satwa itu diketahui merupakan bagian dari gajah Tesso Tenggara.
"Gajah tersebut telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan data, bangkai gajah kemudian dikuburkan di lokasi," jelas Rini.
Diduga Perburuan LiarSementara itu, Kabid Labfor Forensik Polda Riau, AKBP Ungkap Siahaan, menjelaskan bahwa dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti penting yang mengarah pada dugaan tindak pidana perburuan liar.
"Kami telah melaksanakan olah TKP di daerah Ukui bersama tim dari Polres Pelalawan dan BKSDA Riau pada hari Selasa 3 Februari 2026 lalu," kata Ungkap.
"Dari hasil TKP yang kami lakukan, kami menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api," lanjutnya.
Potongan logam pertama memiliki diameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter. Sementara satu serpihan lainnya berukuran panjang kurang lebih 6,94 milimeter.
Setelah dilakukan tes pendahuluan secara saintifik, dari dua potongan logam tersebut terdeteksi positif mengandung timbal (lead), tembaga atau kuningan, serta nitrat mesiu dan residu tembakan.
"Untuk jenis senjata yang digunakan masih dalam proses pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium," kata Ungkap.
5 Saksi DiperiksaSedangkan Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menjelaskan, sudah ada beberapa orang saksi yang saat ini diperiksa.
"Sudah kami turunkan satu tim dari Subdit lV, bergabung dengan tim dari Polres Pelalawan, 5 orang saksi sudah diperiksa," ujarnya.




/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F02%2F05%2F0f0d4c1e-5918-4fb8-bac8-1d6b686b5cc7.jpg)