Nelayan di Cirebon tidak Melaut karena Cuaca Ekstrem

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

NELAYAN di pesisir Kabupaten Cirebon terpaksa tidak melaut. Cuaca yang tidak bersahabat membuat mereka harus menghentikan sementara aktivitas mencari ikan. 

“Sebagian besar nelayan di sini terpaksa berhenti melaut karena cuaca ekstrem yang terjadi saat ini,” tutur Kepala Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Herintiano, Jumat (6/2).

Dijelaskan Heri, cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan-nelayan di desa mereka. 

Baca juga : Gelombang Tinggi tidak Dapat Melaut Nelayan di Pantura Jawa Tengah Terjerat Rentenir

“Kapal-kapal nelayan disini ukurannya kecil. Jadi kalau ombak tinggi riskan dan bisa membuat kapal terbalik,” tutur Heri.

Oleh nelayan, lanjut Heri, cuaca seperti ini disebut dengan istilah musim angin barat dimana hujan lebat turun disertai dengan badai dan gelombang tinggi dan telah berlangsung sejak akhir Januari lalu.

“Cuaca sekarang benar-benar tidak menentu. Kadang hujan, kadang panas. Kalau di darat hujan, di laut kondisinya jauh lebih berat, hujan deras disertai badai dan ombak tinggi,” tutur Heri. 

Baca juga : Berhenti Melaut Akibat Gelombang Tinggi, Nelayan di Pantura Jawa Tengah Kerja Serabutan

Pilihan untuk tidak melaut menurut Heri merupakan upaya preventif demi keselamatan jiwa. Para nelayan memilih menunggu hingga kondisi laut kembali stabil daripada memaksakan diri. 

Kondisi saat ini pun disebut sebagai masa paceklik bagi nelayan, karena mereka berhenti melaut dan tidak mendapatkan penghasilan. Selanjutnya agar dapur bisa tetap ngebul, untuk yang memiliki tabungan akan menggunakan tabungan itu.

Namun ada juga yang berhutang ke majikan mereka dan akan dibayar saat sudah kembali melaut. 

Karenanya Heri berharap koperasi Merah Putih bisa segera terealisasi di wilayah tersebut. Koperasi tersebut diyakini Heri akan menjadi penopang ketahanan ekonomi masyarakat Desa Citemu. Koperasi tersebut disiapkan sebagai wadah pemberdayaan nelayan, petani, dan masyarakat desa secara umum.

“Tujuan dibangunnya Koperasi Desa Merah Putih adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, petani, dan masyarakat desa. Jadi kami sangat berharap koperasi tersebut segera terealisasi,” kata Heri. (UL) 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
V-Kool Sempurnakan Produk PPF dengan Luxor Diamond
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Dua Hari Tak Balas-balas WA, Pria di Bekasi Ditemukan Tewas di Kosan
• 7 jam laludetik.com
thumb
Update Gempa M 6,4 Pacitan Hari Ini: 3 Rumah Rusak di Ponorogo, Warga Mengungsi
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Menkes Pastikan Pasien Sakit Kronis Tetap Dilayani Meski BPJS PBI Bermasalah | KOMPAS SIANG
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Chromebook Nadiem Makarim Memanas, Pengamat: Niat Baik Tak Berlaku Jika Rugikan Negara
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.