Pertamina Resmi Bangun Kilang Bioavtur di Cilacap Berkapasitas 6.000 Barel

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Danantara resmi melakukan groundbreaking pembangunan kilang baru untuk memproduksi sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur di Cilacap, Jawa Barat pada Jumat (6/2/2026).

Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini mengatakan, kilang hijau itu berkapasitas 6.000 barel per hari (bph).

"Volumenya saat ini sudah berproduksi 3.000 barel per hari pada tahap dua ditingkatkan jadi 6.000 barel per hari sehingga mengurangi impor," ucap Emma dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase-1 oleh Danantara yang disiarkan secara daring.

Dia menyebut, proyek kilang tersebut dapat menekan emisi karbon hingga 600.000 ton. Proyek itu juga memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 30%.

Di samping itu, kilang tersebut akan mencampurkan avtur dengan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah, dan palm oil mill effluent (POME).

Emma mengatakan, Pertamina telah bermitra dengan 2.700 kepala rumah tangga untuk menyerap jelantah. Selain itu, jelantah juga dapat dipasok dari koperasi merah putih.

Emma juga mengklaim saat ini, pihaknya telah memiliki off taker atau pembeli dari bioavtur yang diproduksi. Namun, dia belum bisa memerinci maskapai apa saja yang dia maksud.

"Offtaker kami lakukan dengan beberapa airline," katanya.

Emma tak menyebut berapa nilai investasi dari proyek kilang tersebut. Namun, berdasarkan catatan Bisnis, nilai investasi untuk kilang itu mencapai sekitar US$1,1 miliar atau setara Rp18,55 triliun (asumsi kurs Rp16.870 per US$).

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan kilang bioavtur Cilacap dapat mendukung penggunaan SAF secara optimal pada 2050. Hal ini seperti target global di mana SAF diharapkan dapat memberikan kontribusi sebesar 65% hingga 70% dari total pengurangan emisi yang dibutuhkan untuk mencapai net zero emission pada 2050.

"Harapannya kita terus bisa mengejar SAF hingga nanti seperti target dunia di 2050 itu setengah dari SAF itu berasal dari nabati," ucap Oki dalam acara 'Energy Outlook 2026' di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Asal tahu saja, wacana pembangunan kilang baru untuk memproduksi SAF di Cilacap telah bergulir sejak tahun lalu. Pertamina menargetkan kilang itu dapat beroperasi pada 2029. Namun saat itu, belum ada sinyal kapan pembangunan dimulai.

Saat itu, Spesialis Senior Pengembangan Bioenergi dan Biofuel PT Kilang Pertamina International (KPI) Sahkundiyar mengatakan bahwa pembangunan kilang SAF masih menghadapi tantangan.

Adapun, tantangan itu seperti nilai investasi jumbo dan off taker atau pembeli yang belum pasti.

"Ini maju mundur karena investasinya besar dan off taker-nya belum pasti. Tapi kami percaya akan bertahap," jelasnya pada Oktober 2025 lalu.

Baca Juga

  • Pertamina Groundbreaking Kilang Bioavtur Kapasitas 6.000 Barel di Cilacap Besok
  • Kawasan Asean Berpotensi Produksi 8,5 Juta Barel Bioavtur per Hari pada 2050
  • Google hingga Singapore Airlines Ikut Uji Coba Pembelian Bioavtur

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update BMKG 6 Februari 2026: Ex-Siklon Tropis PENHA Melemah, Dampak Cuaca Masih Berpotensi Tinggi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
ID FOOD perkuat ketahanan pangan lewat hilirisasi ayam terintegrasi
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Bahlil Heran Banyak Izin Tambang Kantornya di Jakarta, Siap Kembalikan ke Pengusaha Daerah
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Cuaca Panas Ekstrem, Kelurahan Bukit Timah Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
PT LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja Magang, Ada 8 Posisi yang Tersedia
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.