JAKARTA, KOMPAS.TV - BMKG menyampaikan pembaruan terbaru terkait Ex-Siklon Tropis PENHA, Jumat (6/2/2026) per pukul 13.00 WIB.
Sistem yang sebelumnya berstatus siklon tropis ini telah melemah menjadi Tropical Depression (Low).
Meski demikian, dampak tidak langsung dari sisa sirkulasi atmosfernya masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dan perairan Indonesia dalam 24 jam ke depan.
BMKG menjelaskan, Siklon Tropis PENHA berkembang dari Bibit Siklon Tropis 94W dan mencapai intensitas siklon tropis pada 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Baca Juga: BMKG Pantau Siklon Tropis PENHA dan Bibit Siklon 98P, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Berdasarkan analisis terbaru, posisi sistem kini berada di Selat Cebu, sebelah utara Pulau Bohol, Filipina, dengan intensitas yang menurun menjadi depresi tropis.
BMKG menegaskan, pembaruan ini merupakan informasi terakhir dari Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta terkait sistem PENHA.
Walaupun pusat sistem berada di luar wilayah Indonesia, pengaruh tidak langsungnya masih perlu diantisipasi.
Dampak Tidak Langsung Hingga 7 Februari 2026BMKG memprakirakan dampak tidak langsung Ex-Siklon Tropis PENHA masih berpotensi terjadi hingga 7 Februari 2026 pukul 13.00 WIB.
Dampak tersebut mencakup hujan, angin kencang, serta peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah.
Untuk hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan adalah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- update BMKG 6 Februari 2026
- ex-siklon tropis PENHA
- dampak siklon PENHA
- cuaca ekstrem BMKG
- hujan lebat
- gelombang tinggi



