Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wamensos Tekankan Pentingnya Data Warga Miskin

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menanggapi tragedi anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga dipicu persoalan ekonomi, termasuk keterbatasan biaya untuk kebutuhan sekolah.

Agus menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah, khususnya dinas sosial, dalam melakukan pendataan warga kurang mampu agar intervensi bantuan dari pemerintah bisa tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

BACA JUGA: Bocah NTT Bunuh Diri, Reza Indragiri: Bukan Masalah Anak Tak Bisa Beli Alat Tulis yang Bikin Geger

"Ya kan begini ya, semua itu harus perlu aktif. Saya meminta kepada pemda, kepada dinsos, untuk proaktif melakukan pendataan terhadap saudara-saudara kita yang kurang mampu, supaya kemudian pemerintah bisa mengintervensi bantuan yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat itu," kata Agus saat ditemui di Posko Pengungsian Korban Longsor, Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, data yang akurat dari pemerintah kabupaten dan kota menjadi kunci utama dalam penyaluran bantuan sosial. Tanpa data yang valid, negara berisiko terlambat hadir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di masyarakat.

BACA JUGA: Mulyono Mengaku Berdosa Seusai Ditangkap KPK

“Karena datanya berasal dari pemkab,” ujarnya.

Terkait kondisi di NTT, Agus menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah strategis melalui Program Sekolah Rakyat. Program tersebut, kata dia, dirancang untuk menjawab persoalan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

BACA JUGA: Anak Buah Purbaya Ditangkap KPK, Berawal dari Impor Barang KW Milik Bos Blueray Cargo

“Khusus untuk NTT, di sinilah kemudian Pak Presiden memerintahkan atau membuat program Sekolah Rakyat itu dalam rangka menjawab masalah-masalah begitu,” jelasnya.

Agus menilai, jika Program Sekolah Rakyat dapat menjangkau seluruh siswa dari keluarga kurang mampu, maka tragedi serupa seharusnya dapat dicegah sejak dini.

“Kalau Sekolah Rakyat bisa menjangkau seluruh siswa dari keluarga yang kurang mampu, saya pikir tidak akan terjadi masalah-masalah begini,” pungkasnya. (mcr27/jpnn.com)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemensos Targetkan 400 Ribu Lansia dan 36 Ribu Disabilitas Terima Makan Bergizi Gratis Tahun Ini
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Sambut HUT PDIP ke-53, Atribut Soekarno Run 2026 Resmi Diluncurkan di GBK
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Prabowo Undang PM Australia Hadiri Ocean Impact Summit 2026 di Bali
• 13 jam laludisway.id
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat, 6 Februari 2026: Asmara Aquarius Menggeliat, Keuangan Taurus Wajib Dijaga
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Misteri Ceceran Darah di ATM Deltasari, Polisi Ungkap Milik Korban Kecelakaan yang Mampir Ambil Uang
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.