Bagi seorang penulis, mendapat kesempatan agar tulisannya bisa dibaca banyak orang tentu jadi salah satu keinginan terbesar. Apalagi di era sekarang, peluang itu makin terbuka lebar karena ada banyak platform online yang bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan karya.
Di tengah banyaknya pilihan platform, kumparan hadir sebagai wadah yang dapat membantu kamu mengasah skill sekaligus menayangkan tulisan agar bisa dinikmati lebih banyak orang. Para penulis yang tergabung di dalamnya dikenal sebagai teman kumparan CREATOR.
Beberapa dari mereka bahkan sudah berhasil membuat artikelnya tayang di website kumparan dengan jumlah views yang cukup tinggi. Namun tentu saja, untuk bisa ditayangkan di website, ada pedoman serta standar kurasi yang perlu dipenuhi.
Penasaran apa saja yang mereka lakukan sampai artikelnya bisa banyak tayang? Yuk, simak tips dan pengalaman dari teman kumparan CREATOR di bawah ini.
Proses Kreatif Menulis teman kumparan CREATORteman kumparan Muhammad Ikhsan Alhak cerita kalau sebelum menyusun tulisan, dia selalu melakukan riset kecil-kecilan. Biasanya dia cari tahu dulu selera redaksi dan tren pemberitaan yang lagi naik di kumparan.
Karena artikelnya tayang di platform online, Ikhsan juga cukup detail soal riset audiens. "Harus survei dulu, baik medianya maupun pangsa pasarnya serta urgensi redaksi yang ada,” ujarnya. Jadi sebelum nulis, dia sudah punya gambaran apakah topik itu relevan atau nggak buat pembaca kumparan.
teman kumparan asal Banjarmasin ini juga menekankan pentingnya memahami tone tulisan di kumparan dan rules apa saja yang berlaku. Menurutnya, hal-hal kayak gini kelihatannya sepele, tapi justru punya pengaruh besar terhadap peluang artikel buat ditayangkan.
Sementara itu, teman kumparan Slamet Tuharie (35) punya strategi kreatif yang nggak kalah menarik. Ia biasanya mulai dari tema besar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, dari pertanyaan sederhana atau kegelisahan yang sering dirasakan orang-orang di sekitarnya.
Mirip seperti Ikhsan, Slamet juga melakukan research lebih dulu soal isu yang mau ditulis. Menurutnya, tahap ini penting banget buat ngecek validitas konten yang nantinya dikembangkan.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tulisan yang kita tulis sudah sesuai dengan kondisi yang ada, dan didukung oleh data dan fakta,” tuturnya.
Slamet juga lebih memfilter atau mengerucutkan topik pada isu-isu tertentu saja, bukan membahas topik yang luas sekaligus. Dengan begitu, proses riset dan analisis jadi lebih terarah dan mendalam, tanpa harus melebar ke mana-mana.
Dari pengalamannya, Slamet melihat faktor yang paling berpengaruh biar orang tertarik baca artikel adalah pembaruan ide, plus kedalaman data dan analisis yang disajikan.
Selain itu, dampak dari informasi yang disampaikan juga jadi poin penting. Apakah isu tersebut relevan dan berpengaruh bagi banyak orang atau tidak.
“Yang tak kalah penting adalah terkait dengan isu-isu yang berpengaruh pada banyak orang, sehingga akan banyak orang yang ingin membacanya,” pungkasnya.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan



