Pengakuan Menkeu Purbaya Susah Tidur: Saya akan Digebukin DPR...

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengakui dirinya susah tidur. Bahkan pengakuan Purbaya ini bukan hanya omongan belaka, ia melontarkan hal tersebut ternyata memiliki alasan tersendiri.

Alasannya, ia susah tidur karena dirinya memikirkan sebuah target pajak. Menurut Menkeu Purbaya, bila target pajak gagal tercapai maka akan jadi sorotan DPR. 

Tahun lalu, dirinya masih bisa menggunakan lambatnya pertumbuhan ekonomi sebagai alasan. Namun, alasan itu tidak  isa lagi ia gunakan saat ini.

Pasalnya, ekonomi diramalkan bakal membaik sehingga Purbaya tidak bisa menggunakan alasan yang sama di hadapan DPR, jika target perpajakan meleset drastis.

"Jadi ini misi kita, misi yang berat untuk pajak. Kalau kemarin Anda mencapainya di bawah target, saya bisa beralasan di depan DPR bahwa, karena ekonominya lambat. Tapi tahun ini kan nggak bisa lagi. Kalau sampai akhir tahun tax collection kita nggak membaik, padahal ekonominya tumbuhnya makin baik, saya akan digebukin DPR dan saya nggak bisa bertahan lagi," ucap Menkeu Purbaya dalam acara Pelantikan Pejabat Kemenkeu di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Bahkan secara pribadinya, kegagalan mencapai target tax ratio menjadi kekalahan telak bagi Purbaya. Ia bahkan mengaku sulit tidur akhir-akhir ini karena memikirkan hal tersebut.

"Saya nggak bisa memberikan argumen yang kuat, kalau untuk orang yang seperti saya, orang yang ekonomi seperti saya, itu suatu kekalahan yang telak, pasti setiap malam saya nggak bisa tidur. Sekarang aja udah susah tidur," ungkap Purbaya.

Maka dari itu, Purbaya meminta Ditjen Pajak bekerja lebih keras demi memperbaiki kinerja pajak. Apalagi kinerja perpajakan juga sudah menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.

"Teman-teman semua, ke depan kita bersama-sama memperbaiki kinerja pajak, keuangan secara keseluruhan. Jangan sampai kita dikalahkan oleh pemain-pemain yang mengalahkan kita," jelas Purbaya.

Seperti diketahui, Menkeu Purbaya di awal tahun melaporkan bahwa realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 terkumpul Rp 1.917,6 triliun. Jumlah itu bahkan tak mencapai 90% dari target, hanya 87,6% dari yang ditargetkan sebesar Rp 2.189,3 triliun. Artinya, terdapat shortfall Rp 271,7 triliun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Hari Ini 6 Februari 2026: Produk Antam Terjun Bebas Rp 100 Ribu per Gram
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
AS dan Tiongkok Menolak Menandatangani Deklarasi tentang Penggunaan AI untuk Militer
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Malaysia Tegaskan Dukungan pada PBB, Tolak Dewan Perdamaian Buatan Donald Trump
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Free Float Saham Indonesia Masuk yang Terendah di Antara Bursa Global
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
OTT Bea Cukai: KPK Sita Rp40,5 Miliar, Termasuk Emas 5,3 Kg dan Uang Valas
• 13 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.