PDI Perjuangan meluncurkan ajang Soekarno Run 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDIP. Peluncuran digelar di kawasan Patung Bung Karno, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2).
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi inisiatif para pemuda yang menjadi motor penggerak kegiatan tersebut, termasuk sepuluh mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Ia menyebut sejumlah aktivis muda seperti Syaeful Mujab, Melki Sedek Huang, dan Virdian Aurelio sebagai penggagas utama Soekarno Run 2026.
“Terima kasih atas gagasan dan prakarsa dari anak-anak muda kita. Atas prakarsanya dengan semangat ‘berlari di atas kaki sendiri’, yang menggelorakan prinsip-prinsip pentingnya kemandirian dalam diri para pemuda Indonesia,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, Soekarno Run tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sarana membangun ikatan emosional dengan Sang Proklamator serta menanamkan nilai ideologis kepada generasi muda.
Peluncuran Soekarno Run 2026 turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua DPP PDIP Darmadi Durianto, Wakil Bendahara Umum PDIP Yuke Yurike, serta Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Adian Napitupulu.
Ketua Panitia Soekarno Run 2026 Syaeful Mujab menjelaskan, ajang lari tersebut mengusung tema “Berlari di Atas Kaki Sendiri” yang merefleksikan semangat kemandirian atau berdikari ala Bung Karno.
Tahun ini, panitia mengangkat subtema “Beri Aku Sepuluh Pemuda” dengan melibatkan sepuluh mantan pemimpin mahasiswa dan pelajar sebagai penggerak utama kegiatan.
“Soekarno Run Anniversary ini sudah keempat kali diselenggarakan dan kali ini kita selain konsisten dengan tema kita ‘Berlari Di Atas Kaki Sendiri’ yang menggambarkan bagaimana pelari ini adalah wujud pengejawantahan dari semangat Bung Karno, berdikari itu, berdiri di atas kaki sendiri. Kami tahun ini membawa tema tentang ‘Beri Aku Sepuluh Pemuda’,” kata Mujab.
Mujab menambahkan, Soekarno Run 2026 menghadirkan inovasi berupa podium khusus pelajar yang disertai program beasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan.
“Kami juga akan memberikan apresiasi bukan hanya pada podium satu, dua, tiga, tetapi kami juga akan memberikan apresiasi untuk lima puluh tiga pelari tercepat dari kategori 5K, 10K, dan kemudian untuk pelajar kita akan berikan dua puluh beasiswa senilai Rp 5.300.000 per siswa,” ujarnya.
Selain itu, ajang ini mengusung semangat Merawat Pertiwi dengan menerapkan konsep minim sampah dan penguatan ekonomi sirkular.
“Soekarno Run ini akan memastikan bahwa kegiatan kami ini minim sampah atau mudah-mudahan bisa zero sampah. Dan kita akan menghadirkan reverse vending machine di mana sampah botol plastik yang didapatkan itu akan bisa ditukarkan dengan saldo uang digital,” jelas Mujab.
Ketua DPP PDIP Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup My Esti Wijayanti menegaskan pentingnya memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkreasi dan berpendapat. Menurutnya, Soekarno Run menjadi bukti kepercayaan partai terhadap kapasitas anak muda.
“Soekarno Run menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan sepenuhnya melalui ide, gagasan, dan pemikiran untuk membuat hal baru,” kata Esti.
Ia menambahkan, pelibatan penuh para aktivis muda dalam kepanitiaan bukan bersifat simbolik, melainkan menjadi ajang pembuktian kepemimpinan ke depan.
“Mas Mujab beserta seluruh jajaran kepanitiaan, 10 orang para aktivis yang kita harapkan ke depan juga menjadi para pemimpin bangsa kita. Kita lihat, apakah mereka mampu menunjukkan kecerdasannya di ruang yang kita berikan untuk melaksanakan Soekarno Run ini,” pungkasnya.
Soekarno Run 2026 akan digelar pada 15 Februari 2026 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Ajang ini mempertandingkan kategori 5K, 10K, dan Pelajar, dengan total peserta ditargetkan mencapai 10.000 pelari. Selain itu, panitia juga menyiapkan beasiswa bagi pelajar yang berhasil meraih podium dalam perlombaan tersebut.





