Pengusaha Daging Sambangi Kemendag Minta Kejelasan Izin Impor

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pengusaha yang terhimpun dalam Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI) hingga Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) mendatangi kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menuntut kejelasan izin impor daging sapi 2026.

Direktur Eksekutif APPDI Teguh Boediyana mengatakan bahwa pihaknya belum menerima persetujuan impor (PI) dari Kemendag sehingga menghambat operasional perusahaan. Proses yang mandek ini juga dinilai memiliki efek berantai.

“Hambatan terhadap sektor riil itu luar biasa. Ini juga mempunyai rangkaian keterkaitannya ke depan terhadap para pengusaha hotel, katering, dan juga ada restoran. Termasuk MBG [Makan Bergizi Gratis] juga banyak sekali,” kata Teguh kepada wartawan di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Dia lantas menyinggung perihal kuota impor daging sapi perusahaan swasta yang menyusut dari 180.000 ton pada 2025 menjadi 30.000 ton pada 2026. Menurutnya, pengusaha swasta kian terimpit apabila suplai daging tak kunjung datang.

Sementara itu, Plt. Direktur Eksekutif APPHI Marina Ratna menyebut bahwa persetujuan impor telah dikeluarkan terhadap beberapa perusahaan di luar APPDI maupun APPHI sehingga menimbulkan pertanyaan.

Dia juga menuturkan bahwa asosiasi tak dilibatkan dalam penentuan kuota impor yang ditentukan dalam neraca komoditas (NK) tahun ini. Menurutnya, hal ini berdampak terhadap aspek penerimaan dan penawaran yang membentuk harga di lapangan.

Baca Juga

  • Kemendag: BUMN Dapat Jatah 250.000 Ton Impor Daging Sapi, Swasta 30.000 Ton
  • Alasan Indonesia Masih Impor Daging Sapi, Ini Perbandingan Kualitasnya
  • Polemik Impor Daging Sapi: Kuota Swasta Dipangkas, Harga Meroket

“Untuk tahun ini tidak [dilibatkan]. Tahun sebelumnya dilibatkan, supply dan demand-nya didiskusikan berapa. Lokal juga bagaimana. Kita kan mengutamakan lokal,” ujar Marina.

Oleh karena itu, pihaknya bersama asosiasi terkait terus mengupayakan agar hal ini ditindaklanjuti, terlebih lagi menjelang periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sebelumnya, Kemendag menyatakan total alokasi kuota impor daging sapi sepanjang 2026 mencapai 280.000 ton, dengan porsi terbesar diberikan kepada BUMN pangan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan, penugasan impor kepada BUMN telah sepenuhnya diterbitkan, selagi pihaknya memproses perizinan impor perusahaan swasta.

“Semuanya sudah keluar, semua penugasan BUMN 250.000 [ton] sudah keluar semua. Swasta 30.000 [ton] kuota itu ya alokasinya, ada beberapa yang ajukan yang sudah lengkap, sudah keluar permohonan izinnya,” kata Tommy saat ditemui di Kantor Kemendag, Jumat (23/1/2026).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Stimulus Lebaran 2026, Diskon Transportasi Hingga Bansos Disiapkan Pemerintah
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Motif Anak Bunuh Sekeluarga di Warakas: Dendam Diperlakukan Berbeda
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BRIN Proyeksikan Kerangka Industrialisasi Masa Depan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Teras Cihampelas Bandung Dibongkar Usai Idulfitri
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Fokus Bangun Rusun Subsidi di 2026, Meikarta Jadi Lokasi Percontohan
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.