JAKARTA, DISWAY.ID-- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan pastikan bahwa gempa yang melanda Kabupaten Pacitan tak akan berpotensi tsunami.
Meski begitu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pacitan, Erwin Andriatmoko meminta agar masyarakat sekitar tetap waspada akan adanya gempa susulan sebanyak 16 kali.
BACA JUGA:IIMS 2026: Benneli Indonesia Luncurkan Moge Harga Terjangkau, Morbidelli T502X dan Benda LFC 700 Pro
BACA JUGA:Hasil Lab Ungkap E-Coli pada Kuah Soto Jadi Penyebab Gangguan Pencernaan Siswa SMAN 2 Kudus
Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang episenter berada di tenggara Pacitan sejauh 89 kilometer pada kedalaman 58 kilometer pada Jumat, 5 Febuari 2026 pukul 01.06 WIB.
"Berdasarkan informasi BMKG, gempa memiliki magnitudo 6,2 dengan pusat gempa di tenggara Pacitan. Guncangan dirasakan sekitar skala IV MMI," terang Erwin dalam keterangan resmi dikutip pada Jumat, 5 Febuari 2026.
Menurutnya, gempa yang di alami masyarakat lokal tidak dapat bisa diprediksi kemunculannya, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko.
Lebih lanjut, Erwin mengatakan bagi masyarakat yang mengalami kerusakan pada rumahnya akubat gempa bumi diminta agar segera melaporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, atau langsung ke BPBD melalui Pusdalops.
BACA JUGA:Transfer Panas MLBB 2026: Kelra Resmi Berseragam ONIC Indonesia
BACA JUGA:Habiburokhman: Desakan Ganti Kapolri sebagai Syarat Reformasi Polri Salah Kaprah
"Percepatan laporan dari masyarakat sangat membantu kami dalam merumuskan langkah penanganan lanjutan," kata dia.
Selain itu, BPBD menyoroti masih adanya warga yang beraktivitas di kawasan pantai setelah gempa terjadi. Erwin menegaskan masyarakat sebaiknya menjauh dari pantai ketika terjadi gempa kuat, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami.
Erwin menambahkan, aktivitas kegempaan di wilayah selatan Pacitan masih mungkin terjadi karena terdapat tiga sesar aktif di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat eskalasi gempa di Pacitan berpotensi lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di sekitarnya.
"Kewaspadaan dan pengetahuan kebencanaan menjadi kunci keselamatan. Kita berharap bencana tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap ditingkatkan," pungkasnya.





