Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengingatkan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam fase ketidakpastian global yang semakin kompleks dan saling bertumpuk. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi, keamanan energi, pangan, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Menko AHY, perubahan global tidak lagi berlangsung secara gradual, melainkan terjadi secara cepat dan simultan. Tantangan multidimensional seperti ketegangan geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi rantai pasok menuntut negara untuk bergeser dari sekadar mengejar efisiensi menuju penguatan ketahanan.
“Resiliensi bukan hanya soal bertahan dari krisis, melainkan kemampuan untuk pulih lebih cepat, beradaptasi lebih cerdas, dan bangkit lebih kuat setelah guncangan. Dunia bergerak dari sekadar mengejar efisiensi menuju ketahanan,” ujar Menko AHY dalam keterangannya, Jumat 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa dinamika geopolitik kini tidak dapat dipisahkan dari kebijakan ekonomi nasional. Menko AHY menyoroti bagaimana sumber daya energi, mineral strategis, hingga jalur pelayaran sering kali digunakan sebagai instrumen tekanan politik internasional yang memicu inflasi dan volatilitas harga energi global.
“Kita menyaksikan persaingan global yang meluas, bukan hanya di ranah militer, melainkan juga standar teknologi, investasi, aturan dagang, dan kendali rantai pasok. Interdependensi ekonomi yang dulu dianggap efisien kini bisa menjadi alat tekanan politik,” tegas Menko AHY.
Menko AHY juga mengingatkan pentingnya kekuatan nasional agar sebuah negara tidak mudah ditekan oleh kekuatan besar. Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia fokus pada penguatan ketahanan pangan, energi, dan air sebagai prasyarat menjaga stabilitas nasional.
“Tanpa kekuatan dan ketahanan, sebuah negara akan sulit melindungi kepentingan dan kedaulatannya di tengah dunia yang semakin rapuh,” ujarnya.
Sebagai Menko Infrastruktur, ia memastikan bahwa pembangunan fisik akan diarahkan sebagai sarana pemerataan konektivitas dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara adil di seluruh wilayah Indonesia.
“Infrastruktur yang kita bangun harus untuk semua, tanpa meninggalkan siapa pun dan wilayah mana pun. Muaranya jelas, memperkuat perekonomian bangsa, menurunkan biaya logistik, membuka akses, dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih merata,” tegas Menko AHY.
Menutup pidatonya, Menko AHY menekankan bahwa kredibilitas sebuah negara sangat ditentukan oleh eksekusi yang konsisten dan transparan. Dengan strategi yang jelas dan ketahanan yang kokoh, Indonesia diharapkan tidak hanya mampu tumbuh berkelanjutan, tetapi juga menjadi mitra tepercaya dalam menjaga stabilitas dunia yang kian terfragmentasi.
“Dengan ketahanan sebagai fondasi, kejelasan strategi sebagai panduan, dan komitmen pada kemakmuran bersama, Indonesia tidak hanya mampu tumbuh berkelanjutan, tetapi juga berperan sebagai mitra tepercaya dan penjaga stabilitas di tengah dunia yang semakin terfragmentasi,” pungkas AHY.
Editor: Redaksi TVRINews

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1592251/original/098062600_1494590046--mayat.jpg)

