FAJAR, MAROS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mencatat angka pengangguran terbuka cukup besar.
Ada 8.295 orang warganya yang menganggur.
Hal tersebut diungkap Kepala Disnakertrans Maros, Andi Patiroi.
Ia menuturkan dari jumlah tersebut, angka pengangguran di Maros masih didominasi laki-laki. 5.429 orang laki-laki dan 2.866 orang perempuan.
Mayoritas, kata dia, pengangguran berasal dari kelompok usia produktif, yakni masyarakat berusia 15 tahun ke atas.
“Didominasi paling banyak lulusan dari SD, SMP, SMA kemudian perguruan tinggi,” ujarnya.
Dia menegaskan, untuk meningkatkan keterampilan para pencari kerja, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Program itu meliputi pelatihan menjahit, komputer, kewirausahaan, desain gratis servis sepeda motor, pengelasan, operator komputer, hingga pelatihan pembuatan roti.
Pelatihan kerja secara umum kata dia, dinilai cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri peserta untuk bersaing di dunia kerja.
Dia juga menyebut tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi angka pengangguran.
Perkembangan TPAK, kata dia, dipengaruhi oleh faktor demografi, sosial, dan ekonomi.
“Semakin besar jumlah tenaga kerja yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, maka potensi pengangguran akan meningkat,” ungkap Mantan Kadis Pendidikan Maros ini. (rin/lin)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495279/original/082734900_1770362951-pengadilan_negeri_depok.jpg)