Grid.ID - Hongbao, yang juga dikenal sebagai ang pow dalam bahasa Hokkien, adalah hadiah uang yang dibungkus dalam amplop berwarna merah. Di Indonesia, hongbao lebih dikenal dengan sebutan angpau dan sering dibagikan dalam berbagai perayaan penting.
Warna merah dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kehidupan, dan kebahagiaan dalam budaya Tionghoa. Oleh karena itu, angpau biasanya diberikan sebagai doa dan harapan baik.
Angpau kerap dibagikan pada momen-momen penting seperti Tahun Baru Imlek dan pernikahan. Tradisi ini menjadi simbol berbagi rezeki dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Asal-usul tradisi angpau berasal dari Tiongkok kuno dengan nilai sejarah serta cerita rakyat. Berbagai legenda berkembang untuk menjelaskan awal mula kebiasaan ini.
Legenda Monster Nian
Salah satu legenda yang paling terkenal adalah kisah Monster Nian. Monster ini dipercaya muncul setiap Tahun Baru untuk meneror desa dan memangsa hasil panen, ternak, bahkan anak-anak.
Penduduk desa kemudian menemukan bahwa Nian takut pada warna merah dan suara keras. Untuk melindungi diri, mereka menempelkan kertas merah di rumah dan menyalakan petasan.
Lambat laun, kebiasaan ini berkembang menjadi tradisi memberikan amplop merah berisi uang kepada anak-anak. Angpau dipercaya membawa perlindungan sekaligus berkah bagi penerimanya.
Kelahiran Putra Kaisar Xuanzong
Legenda lain berasal dari masa Dinasti Tang, saat Kaisar Xuanzong merayakan kelahiran putranya. Ia memberikan koin emas dan perak kepada selirnya sebagai jimat pelindung bagi sang bayi.
Kebiasaan tersebut kemudian diikuti oleh masyarakat yang mulai memberikan uang kepada anak-anak sebagai hadiah. Tradisi ini menjadi simbol doa agar anak tumbuh sehat dan aman.
Pada masa Dinasti Song abad ke-12, pemberian uang yang disebut li shi dalam bahasa Kanton semakin umum dilakukan. Orang tua, majikan, dan keluarga memberikan uang sebagai tanda penghargaan dan harapan umur panjang.
Seiring waktu, uang tersebut mulai dibungkus dalam amplop merah yang disebut hongbao dan hanya diberikan oleh mereka yang sudah menikah. Hingga kini, tradisi angpau tetap menjadi simbol kasih sayang, harapan baik, dan doa akan kebahagiaan di masa depan. (*)
Artikel Asli



