FAJAR, BONE-— PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 kilogram di Bone, selama Januari 2026. Tambahan pasokan tersebut mencapai 47.040 tabung sebagai langkah menjaga stabilitas distribusi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Penambahan pasokan dilakukan melalui berbagai skema, antara lain operasi pasar, penyaluran fakultatif, serta extra dropping di sejumlah periode sepanjang Januari. Volume tambahan tersebut setara sekitar 200 persen dari rata-rata kebutuhan harian LPG 3 kilogram di wilayah tersebut.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo mengatakan, penguatan distribusi dilakukan untuk memastikan LPG bersubsidi dapat diakses oleh masyarakat yang berhak. Seluruh agen diwajibkan menyalurkan LPG 3 kilogram langsung ke pangkalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
“Pangkalan juga diarahkan memprioritaskan konsumen rumah tangga dan usaha mikro,” ujar Wahyu, Kamis, 5 Februari.
Sebagai bagian dari pengawasan distribusi, Pertamina bersama Sekretariat Daerah Bone, Dinas Perdagangan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di beberapa titik strategis. Seperti Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang Barat pada akhir Januari 2026.
Wahyu menambahkan bahwa fluktuasi kondisi distribusi dapat terjadi seiring meningkatnya konsumsi dalam waktu bersamaan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengajak masyarakat menggunakan LPG 3 kilogram secara bijak dan tidak melakukan penimbunan karena dapat mengganggu kelancaran distribusi,” katanya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T Muhammad Rum, menegaskan bahwa penguatan pasokan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pemantauan langsung di lapangan.
“Monitoring penyaluran dilakukan secara konsisten bersama instansi terkait agar LPG 3 kilogram tersalurkan tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Sinergi ini penting untuk menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat,” ujar Rum.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone serta aparat penegak hukum dalam pengawasan distribusi LPG bersubsidi agar tetap sesuai regulasi dan tidak disalahgunakan. (edo)




