JAKARTA, KOMPAS.com - Sampah menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir setelah orang nomor 1 di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto berbicara.
Prabowo langsung menegur jajaran anak buahnya, baik di tingkat menteri maupun kepala daerah terkait dengan sampah ini.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo tak hanya bilang hampir semua tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Indonesia akan over kapasitas di 2028, tetapi juga langsung memberikan teguran atas lingkungan yang tak bisa dijaga.
Baca juga: Gaspol Hari Ini: Prabowo Ingin Seperti Bung Karno?
Perintah langsung, Prabowo meminta agar setengah jam sebelum masuk kantor, para menteri memimpin untuk memerangi sampah di lingkungan kerja masing-masing.
Juga tingkat gubernur, bupati/wali kota. Dia meminta secara langsung untuk membenahi pengelolaan sampah.
"Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan dukung saudara-saudara," ucap Kepala Negara.
Responsnya beragam, ada yang langsung bertindak keesokan harinya, seperti Gubernur Bali Wayan Koster yang langsung bergerak bersama masyarakat setempat untuk membersihkan sampah di pantai daerah tempat ia memimpin.
Koster juga langsung meminta Pemerintah Kabupaten Badung untuk membentuk satuan tugas (satgas) yang khusus menangani sampah.
Pada Jumat (6/2/2026) misalnya, tak hanya Koster yang turun langsung ke pantai untuk bersih-bersih pada pukul 06.00 pagi di Pantai Kedongan, Kuta, Bali.
Di antara kerumunan orang tersebut, terdapat Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhan.
Mereka bahu membahu bersama anggota Polri, TNI, mahasiswa hingga narapidana memungut sampah yang bertebaran di sepanjang pantai terkenal dengan wisata kuliner seafood itu.