Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Lantas bagaimana rekomendasi sahamnya?
Berdasarkan paparan kinerja 2025, laba bersih perseroan tumbuh sebesar 8,02% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp7,56 triliun. Realisasi itu meningkat dibandingkan 2024 yang hanya sebesar Rp7,00 triliun.
Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho menyampaikan, capaian positif ini tidak lepas dari pertumbuhan sejumlah komponen, salah satunya fee based income. Tercatat fee based income BSI tumbuh 25,06% YoY menjadi Rp6,89 triliun dari tahun lalu Rp5,51 triliun.
“Peningkatan fee-based income ini memang secara lebih detail dikontribusi oleh produk-produk baru kita, terutama yang berkaitan dengan emas,” kata Cahyo dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI secara daring, Jumat (6/2/2026).
Di sisi lain, peningkatan profitability juga didorong oleh penurunan cost of fund. Penurunan cost of fund secara tahunan ini, kata dia, salah satunya didorong oleh pertumbuhan tabungan haji.
Seiring dengan penurunan cost of fund, Cahyo mengatakan bahwa dana pihak ketiga (DPK) perseroan tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan.
Baca Juga
- Begini Langkah BSI (BRIS) Penuhi Aturan Free Float 15%
- Soal Prospek Pembagian Dividen, Begini Kata BSI (BRIS)
- Kontribusi BSI (BRIS) ke Laba Bank Mandiri (BMRI) Capai Rp7,56 Triliun
Dalam paparannya, DPK perseroan tumbuh 16,20% YoY menjadi Rp380,48 triliun dari tahun lalu sebesar Rp327,45 triliun. Di sisi lain, pembiayaan mencapai Rp318,84 triliun, tumbuh 14,49% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp278,48 triliun.
“Ini sinyal positif, dengan likuiditas yang berlimpah, merupakan awalan dari kita untuk bisa tumbuh di pembiayaan lebih agresif, sebagaimana ditargetkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Adapun, capaian laba bersih BRIS sepanjang 2025 sedikit di bawah konsensus Bloomberg. Berdasarkan data terminal Bloomberg, Rabu (5/2/2026) malam, laba bersih BRIS diperkirakan mencapai Rp7,58 triliun.
Dari sisi saham, Sucor Sekuritas memperkirakan harga saham BRIS di level Rp3.400 per saham dengan tetap merekomendasikan beli (buy).
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis menilai BRIS memiliki prospek jangka panjang yang solid sebagai pemimpin pertumbuhan struktural di industri perbankan nasional, ditopang oleh dominasinya di perbankan syariah, pertumbuhan pembiayaan konsumer dan emas, serta momentum kinerja laba yang konsisten.
“Status BRIS sebagai satu-satunya bank syariah berkapitalisasi besar turut memperkuat potensi pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan sektor perbankan secara umum,” kata Edward dalam laporannya, dikutip pada Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, sekuritas lain seperti UBS mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp3.800 per saham. “Pada target harga tersebut, BRIS diperkirakan diperdagangkan pada valuasi 3,0 kali PBV dan 18,7 kali price to earnings ratio (PER) proyeksi 2026,” tulis UBS dalam laporannya.
-------------------
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5252012/original/033282800_1749821887-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_BRI_Liga_1_Musim_2025-2026_copy.jpg)