Qingdao, VIVA – Indonesia mengawali perempat final Badminton Asia Team Championships atau BATC 2026 dengan modal kepercayaan diri tinggi. Poin pembuka berhasil diamankan lewat perjuangan dramatis tunggal putra muda Moh Zaki Ubaidillah yang tampil ngotot saat menghadapi wakil Thailand, Panitchapon Terraratsakul.
Bertanding di Qingdao Conson Gymnasium, China, Jumat, 6 Februari 2026, Ubed menang dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 22-20. Hasil tersebut langsung membawa Indonesia memimpin 1-0 atas Thailand.
Di gim pertama, Ubed terlihat dominan. Ia mampu mengontrol tempo permainan sejak awal. Serangan tajam dan variasi pukulan net membuat Panitchapon kesulitan keluar dari tekanan. Keunggulan poin terus terjaga hingga gim pembuka ditutup relatif nyaman.
Drama sesungguhnya terjadi di gim kedua. Ubed sempat kehilangan ritme dan tertinggal cukup jauh. Skor bahkan menunjukkan 12-16 untuk keunggulan lawan. Situasi itu membuat pertandingan nyaris lepas dari genggaman. Namun dukungan dari bangku pelatih mengubah segalanya.
“Di gim kedua sempat ketinggalan 12-16 tapi pelatih dan kapten yang menemani saya di belakang selalu mengingatkan kalau masih bisa dikejar,” kata Ubed dikutip dari keterangan PBSI.
Perlahan ia memangkas selisih angka. Reli panjang dimenangkan, pertahanan rapat, hingga mental Panitchapon mulai goyah. Ubed tampil lebih sabar di poin-poin krusial sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengunci kemenangan 22-20.
Kepercayaan dirinya juga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Ubed sudah pernah menundukkan Panitchapon di final Thailand Masters 2026. Rekam jejak itu menjadi modal penting saat kembali berhadapan.
“Kemenangan di final Thailand Masters kemarin dari Panitchapon pasti ada pengaruhnya. Sekarang lebih siap dengan bola-bola susahnya dia, harus berani capek,” ujar Ubed.
Kemenangan ini terasa krusial karena datang di partai pembuka. Selain menyumbang angka, hasil tersebut memberi dorongan moral bagi rekan-rekan setim sekaligus menekan Thailand yang harus bekerja ekstra keras untuk mengejar.





