FAJAR, MAKASSAR– DI tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, pemilihan wadah yang tepat menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi tubuh.
Pengugnaan wadah makanan dan minuman berbahan kaca serta stainless steel, dinilai lebih aman bagi kesehatan karena bebas dari paparan mikroplastik.
Peneliti Epidemiologi Sulawesi Selatan, Ansariadi, SKM., M.Sc.PH., Ph.D, menjelaskan penggunaan wadah plastik, terutama yang tidak food grade atau sudah tergores, berpotensi melepaskan partikel mikroplastik ke dalam makanan.
Risiko ini kata dia, meningkat ketika plastik digunakan untuk menyimpan makanan panas atau dipanaskan ulang. “Wadah plastik yang terpapar panas dapat mengalami degradasi dan melepaskan partikel mikroplastik maupun zat kimia berbahaya ke dalam makanan,” ujarnya.
Sebagai alternatif yang lebih aman, wadah berbahan kaca dan stainless steel dinilai lebih stabil dan tidak bereaksi terhadap suhu tinggi. “Kedua bahan tersebut tidak mudah melepaskan zat berbahaya, sehingga lebih aman digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman sehari-hari,” ucapnya.
Kata Ansariadi, paparan jangka panjang bisa berdampak pada sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Mikroplastik yang masuk ke tubuh berpotensi memicu peradangan, gangguan hormon, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.
“Meski efek jangka panjangnya masih terus diteliti, prinsip pencegahan tetap perlu diutamakan,” tuturnya.
Dosen FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes, MSc.PH, Ph.D mengatakan selain aman bagi kesehatan, penggunaan wadah kaca dan stainless steel juga lebih ramah lingkungan.
“Wadah ini dapat digunakan berulang kali dalam jangka panjang, sehingga mampu mengurangi limbah plastik sekali pakai yang mencemari lingkungan,” ucapnya.
Ia juga mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan membawa wadah makan dan botol minum sendiri berbahan non-plastik, terutama bagi pekerja dan pelajar.
“Kebiasaan kecil kita dinilai mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan individu dan lingkungan,” ucapnya.
Tak hanya itu, ia mengingatkan agar masyarakat lebih cermat membaca label produk dan menghindari penggunaan plastik yang sudah berubah warna, berbau, atau rusak. Kondisi tersebut menandakan plastik tidak lagi aman digunakan.
“Dengan beralih ke wadah kaca dan stainless steel, masyarakat tidak hanya melindungi kesehatan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.(wis)





