Indonesia Kaya Emas, Bullion Bank Jadi Kunci Penguatan Kinerja Ekonomi Nasional

idxchannel.com
17 jam lalu
Cover Berita

Kehadiran bullion bank dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas sekaligus menopang sistem keuangan Indonesia.

Indonesia Kaya Emas, Bullion Bank Jadi Kunci Penguatan Kinerja Ekonomi Nasional. (Foto Tangguh/IMG)

IDXChannel - Peluncuran bullion bank oleh Presiden Prabowo Subianto pada Desember 2025 disambut positif oleh pelaku industri emas nasional. Kehadiran bullion bank dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem emas sekaligus menopang sistem keuangan Indonesia.

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Sandra Sunanto mengatakan, industri emas dalam negeri menyambut antusias kebijakan tersebut. Menurutnya, Indonesia selama ini tertinggal dibanding negara tetangga seperti Singapura yang telah lebih dulu memiliki sistem bullion bank yang maju.

Baca Juga:
China Produksi 381.339 Ton Emas Sepanjang 2025

"Jadi kalau kita melihat Pak Prabowo me-launching bullion bank, kami yang ada di industri ekosistem emas di Indonesia itu sebetulnya merasa sangat happy. Kenapa? Karena negara tetangga Singapura itu punya satu sistem bullion bank yang sangat maju sebetulnya di dunia," ujarnya dalam acara ICMSS Capital Market Seminar yang digelar di Auditorium FEB UI, Depok, Jumat (6/2/2026).

Dia menilai keberadaan bullion bank memiliki nilai ekonomi yang besar bagi Indonesia, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat lima negara dengan produksi emas terbanyak secara global.

Baca Juga:
Pegadaian Tegaskan Ketersediaan Emas Aman, Pengiriman Tuntas Akhir Februari 2026

"Berbahagialah sekali kita sebetulnya menjadi orang Indonesia. Why? Negara kita ini luar biasa sebetulnya. Bayangkan Indonesia itu punya significant gold resources estimated itu sekitar 3.600 ton. Dan sebetulnya secara per tahun produksi gold di Indonesia ini sekitar 140,1 ton," ujarnya.

Baca Juga:
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp100 Ribu, Jadi Rp2.856.000 per Gram

Lebih lanjut disampaikan, Indonesia tercatat melakukan impor emas sekitar USD2 miliar per tahun dan mengekspor sekitar USD5 miliar per tahun. Ekspor emas nasional umumnya dalam bentuk granul dan perhiasan, sementara impor terbesar berupa emas batangan yang digunakan sebagai bahan baku industri.

Menurut Sandra, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi emas nasional yang perlu dikelola secara optimal di dalam negeri. Karena itu juga, katanya, pemerintah sejak masa pandemi dinilai mulai serius membangun ekosistem emas yang kuat agar peredaran emas tetap berada di pasar domestik.

"Ini menjadi hal yang sangat penting untuk membangun ekosistem yang sangat kuat di negara kita supaya emas ini enggak beredar ke mana-mana. Jadi emas ini ada di dalam negeri, di domestic market yang memperkuat kinerja ekonomi kita. Dan bullion bank ini sebetulnya sangat support financial system," kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 Dihadiri 58 Ribu Jemaah
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
BEI: Investor Asing Catatkan Nilai Beli Bersih Rp944 Miliar di Awal Februari
• 59 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Satu Tahun Eri–Armuji, Pembangunan Surabaya Difokuskan pada Tujuh Prioritas
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Klasemen Proliga 2026 Putri Seri Malang: Livin Mandiri Sikat Medan Falcons 3-0, Yolla Yuliana Cs Gusur BJB Tandamata
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Wiwik Tedja Budiono: Keteguhan Seorang Istri Menjaga Keluarga di Tengah Ujian
• 22 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.