VIVA – Manchester United (MU) tengah menjadi sorotan, namun kali ini bukan soal taktik di lapangan, melainkan aksi solidaritas luar biasa di ruang ganti. Skuad 'Setan Merah' dilaporkan kompak menolak penggunaan atribut kampanye tertentu demi menghormati prinsip sang bek, Noussair Mazraoui.
Aksi Solidaritas Ruang Ganti Kabar yang dilansir dari The Athletic menyebutkan bahwa insiden ini bermula ketika Noussair Mazraoui secara terbuka menyatakan keberatannya untuk mengenakan jaket pemanasan khusus bertema pelangi. Pemain asal Maroko tersebut kabarnya menolak karena alasan keyakinan pribadi yang ia pegang teguh.
Menariknya, alih-alih membiarkan Mazraoui sendirian menghadapi tekanan publik, para pemain Manchester United lainnya justru mengambil sikap berani. Kapten dan seluruh anggota tim memutuskan bahwa tidak ada satupun pemain yang akan mengenakan jaket tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan moral agar tidak ada satu pun rekan setim mereka yang merasa dikucilkan atau menjadi sasaran kritik media secara personal.
Aturan Premier League Berubah di 2026? Per 6 Februari 2026 ini, tensi mengenai kewajiban penggunaan atribut kampanye di Liga Inggris memang sedang mengalami pergeseran besar. Otoritas Premier League dikabarkan mulai melunakkan aturan mereka.
Jika sebelumnya kapten tim wajib mengenakan ban lengan pelangi atau atribut pemanasan lainnya, kini aturan tersebut dilaporkan tidak lagi menjadi keharusan. Premier League disebut-sebut lebih memilih fokus pada kampanye melalui media digital di stadion dan program edukasi, ketimbang memaksakan simbol pada fisik pemain.
Respons Netizen: "Respect King Emyu!" Sikap solid para pemain United ini langsung menuai banjir pujian di media sosial. Banyak fans yang menyebut bahwa ini adalah bukti nyata dari keharmonisan ruang ganti di bawah asuhan pelatih saat ini.
"Respect untuk semua pemain King Emyu! Ini baru namanya tim, saling melindungi privasi dan keyakinan masing-masing," tulis salah satu netizen di platform X.
Dengan perubahan aturan ini, Premier League tampaknya mulai menghargai keragaman latar belakang budaya dan agama para pemainnya yang berasal dari seluruh dunia. Manchester United pun dianggap sebagai pelopor dalam menjaga integritas prinsip pemain di tengah tekanan industri sepak bola modern



