Bisnis.com, JAKARTA — PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD menjalankan proyek hilirisasi pangan fase I melalui pembangunan poultry terintegrasi serta industri garam berkapasitas 380.000 ton per tahun.
Proyek hilirisasi pangan tersebut merupakan bagian dari fase pertama enam proyek strategis Danantara Indonesia yang resmi memasuki tahap konstruksi melalui agenda groundbreaking serentak di 13 lokasi pada Jumat (6/2/2026).
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan proyek-proyek hilirisasi fase I menjadi bagian dari agenda transformasi ekonomi nasional untuk memperkuat sektor riil dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja,” ujar Rosan.
ID FOOD melalui anak usahanya PT Berdikari meresmikan fasilitas hilirisasi poultry terintegrasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare itu ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein nasional, khususnya dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain di Malang, groundbreaking proyek hilirisasi juga dilakukan di lima wilayah lain, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat, dengan kehadiran para kepala daerah setempat.
Sementara itu, ID FOOD melalui PT Garam turut menjalankan tiga proyek hilirisasi fase I dalam rangka transformasi industri garam nasional.
Ketiga proyek ini meliputi pembangunan Pabrik Garam Industri berteknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Manyar, Gresik, bekerja sama dengan emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).
Selanjutnya, terdapat pembangunan Pabrik Garam Olahan Segoromadu 2 di Gresik, serta pembangunan pabrik garam industri MVR di Sampang, Jawa Timur bersama PT SCC Chemical Engineering Indonesia.
Ketiga fasilitas tersebut dirancang memiliki total kapasitas produksi sekitar 380.000 ton per tahun untuk mendukung kebutuhan industri pangan dan memperkuat rantai nilai industri garam nasional.
Sementara itu, secara keseluruhan, enam proyek hilirisasi fase pertama diperkirakan mampu menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung. Selain itu, juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Proyek-proyek tersebut dikelola secara terintegrasi lintas sektor, mencakup energi, pangan, mineral, serta logam, sebagai fondasi penguatan struktur industri nasional dan pengurangan ketergantungan impor secara bertahap.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458414/original/095279200_1767078866-milomir.jpg)

