Jakarta, VIVA – Isu kesenjangan pendidikan dan pola pikir generasi muda masih menjadi perhatian di berbagai daerah. Dalam konteks inilah nama Hanta Yuda Rasyid kembali muncul setelah dirinya hadir dalam sebuah kegiatan motivasi pendidikan yang melibatkan ribuan pelajar di Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Founder dan Presiden Arroyyan-HYR Indonesia tersebut berbicara di hadapan lebih dari 2.500 pelajar dalam sebuah sesi Inspirational Talk. Dalam kesempatan itu, ia mengangkat persoalan yang kerap dihadapi anak muda, yakni rasa minder terhadap latar belakang daerah maupun kondisi keluarga, yang menurutnya sering menjadi penghambat untuk berkembang.
“Jangan pernah berkata dalam hati, saya tidak mungkin sukses karena berasal dari Pulau Bangka. Jangan pernah berkata, saya berasal dari keluarga sederhana sehingga tidak bisa berhasil. Hancurkan semua benteng pikiran itu,” kata Hanta saat Inspirational Talk bersama lebih dari 2500 pelajar di Pangkalpinang.
Hanta, yang juga dikenal sebagai Founder dan CEO Sagha Group, menilai pendidikan seharusnya dipahami lebih luas dari sekadar capaian nilai di sekolah. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan daya juang seseorang sejak usia muda.
Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki potensi yang setara, namun terhambat oleh batasan mental yang dibangun sendiri. Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk berani melihat peluang tanpa terikat oleh latar belakang sosial maupun geografis.
“Tuhan Yang Maha Esa telah menganugerahkan potensi yang luar biasa kepada setiap manusia, termasuk kepada kalian semua,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Hanta juga menyinggung pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas sejak dini. Ia menyampaikan bahwa mimpi besar tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dibarengi dengan kebiasaan disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan, konsistensi menjalani hal-hal mendasar seperti menghargai waktu, menjalankan kewajiban belajar, serta aktif mengembangkan diri dapat membentuk karakter yang kuat. Karakter inilah yang kemudian menjadi bekal untuk meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
“Raih prestasi akademik setinggi-tingginya, kuasai ilmu pengetahuan, dan jangan pernah malas belajar. Jangan pernah melupakan satu hal yang sangat penting, yaitu bakti kepada orang tua dan hormat kepada guru,” ujarnya.




