Soroti Peran Pendidikan dalam Membentuk Mental Anak Muda, Hanta Yuda Rasyid Berbagi Pesan Ini

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Isu kesenjangan pendidikan dan pola pikir generasi muda masih menjadi perhatian di berbagai daerah. Dalam konteks inilah nama Hanta Yuda Rasyid kembali muncul setelah dirinya hadir dalam sebuah kegiatan motivasi pendidikan yang melibatkan ribuan pelajar di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Founder dan Presiden Arroyyan-HYR Indonesia tersebut berbicara di hadapan lebih dari 2.500 pelajar dalam sebuah sesi Inspirational Talk. Dalam kesempatan itu, ia mengangkat persoalan yang kerap dihadapi anak muda, yakni rasa minder terhadap latar belakang daerah maupun kondisi keluarga, yang menurutnya sering menjadi penghambat untuk berkembang.

Baca Juga :
Tragedi Anak SD Bunuh Diri di NTT, Puan Minta Sistem Pendidikan RI Dievaluasi
Tragedi Bocah Bunuh Diri di NTT, KPAI Soroti Kegagalan Pemenuhan Hak Pendidikan Anak

“Jangan pernah berkata dalam hati, saya tidak mungkin sukses karena berasal dari Pulau Bangka. Jangan pernah berkata, saya berasal dari keluarga sederhana sehingga tidak bisa berhasil. Hancurkan semua benteng pikiran itu,” kata Hanta saat Inspirational Talk bersama lebih dari 2500 pelajar di Pangkalpinang.

Hanta, yang juga dikenal sebagai Founder dan CEO Sagha Group, menilai pendidikan seharusnya dipahami lebih luas dari sekadar capaian nilai di sekolah. Ia menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepercayaan diri, dan daya juang seseorang sejak usia muda.

Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki potensi yang setara, namun terhambat oleh batasan mental yang dibangun sendiri. Karena itu, ia mendorong para pelajar untuk berani melihat peluang tanpa terikat oleh latar belakang sosial maupun geografis.

“Tuhan Yang Maha Esa telah menganugerahkan potensi yang luar biasa kepada setiap manusia, termasuk kepada kalian semua,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Hanta juga menyinggung pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas sejak dini. Ia menyampaikan bahwa mimpi besar tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu dibarengi dengan kebiasaan disiplin dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, konsistensi menjalani hal-hal mendasar seperti menghargai waktu, menjalankan kewajiban belajar, serta aktif mengembangkan diri dapat membentuk karakter yang kuat. Karakter inilah yang kemudian menjadi bekal untuk meraih prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Raih prestasi akademik setinggi-tingginya, kuasai ilmu pengetahuan, dan jangan pernah malas belajar. Jangan pernah melupakan satu hal yang sangat penting, yaitu bakti kepada orang tua dan hormat kepada guru,” ujarnya.

Baca Juga :
Viral Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin
Industri Pendidikan Dinilai Perlu Kedepankan Kesejahteraan Emosional Murid
Akademisi Tegaskan MBG Bagian dari Upaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Ini Penjelasananya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bencana Tanah Bergerak Meluas di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
• 16 jam lalusuara.com
thumb
Viral 2 Maling di Medan Minta Keadilan, Tak Terima Dianiaya Korban Pencurian
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
BCA Expoversary 2026 Digelar Jelang HUT ke-69, Hadirkan Promo KPR, Mobil, dan Motor
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Ibu di Jakbar Terancam 15 Tahun Bui Usai Jual Anak ke Pedalaman Sumatera
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.