Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar terus mendorong penguatan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat.
"Hingga hari ini pesantren memiliki peran yang nyata, yang membantu kita semua, sehingga pemerintah patut dan wajar berterima kasih dan menjadikan pesantren sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia kita," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan hal itu saat meresmikan Pondok Pesantren Darel Azhar, Banten.
Menurut dia, pesantren memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan masa depan yang ditandai oleh disrupsi teknologi, pergeseran dunia kerja, dan kompleksitas persoalan sosial.
Pesantren juga dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi.
"Pembentukan manusia Indonesia melalui pendidikan ini menumbuhkan kualitas yang sangat penting bagi kesiapan kita untuk menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang sanggup bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain, kualitas hidup yang baik," katanya.
Baca juga: Menko PM ingatkan penting berdayakan lansia sebagai subjek pembangunan
Ia menyoroti tantangan kesejahteraan di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Lebak, yang menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci mobilitas sosial berkelanjutan.
Berdasarkan data September 2025, tingkat kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,25 persen atau 23,36 juta jiwa, sementara Provinsi Banten berada pada angka 5,51 persen dan Kabupaten Lebak sebesar 8,03 persen.
Oleh karena itu, Ponpes Darel Azhar diharapkan menjadi simpul pendidikan yang menyiapkan santri mandiri, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial di sekitarnya.
Dukungan pembangunan pesantren ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan mitra dari Kuwait sebagai wujud persahabatan antarnegara sahabat dalam penguatan pendidikan pesantren di Indonesia.
Kuwait memberikan bantuan berupa pembangunan sarana dan prasarana pesantren meliputi asrama putra tiga lantai, asrama putri tiga lantai, gedung ruang belajar tiga lantai, gedung keterampilan dua lantai dan aula mini Tahfidzul Quran dengan estimasi Rp9,5 miliar.
Baca juga: Menko PM respons insiden tragis siswa SD di NTT, minta pemda terbuka
Baca juga: Menko PM tegaskan program JKN wujud nyata kehadiran negara
"Hingga hari ini pesantren memiliki peran yang nyata, yang membantu kita semua, sehingga pemerintah patut dan wajar berterima kasih dan menjadikan pesantren sebagai ujung tombak peningkatan kualitas sumber daya manusia kita," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan hal itu saat meresmikan Pondok Pesantren Darel Azhar, Banten.
Menurut dia, pesantren memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan masa depan yang ditandai oleh disrupsi teknologi, pergeseran dunia kerja, dan kompleksitas persoalan sosial.
Pesantren juga dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi.
"Pembentukan manusia Indonesia melalui pendidikan ini menumbuhkan kualitas yang sangat penting bagi kesiapan kita untuk menjadi bangsa yang unggul, bangsa yang sanggup bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain, kualitas hidup yang baik," katanya.
Baca juga: Menko PM ingatkan penting berdayakan lansia sebagai subjek pembangunan
Ia menyoroti tantangan kesejahteraan di Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Lebak, yang menunjukkan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci mobilitas sosial berkelanjutan.
Berdasarkan data September 2025, tingkat kemiskinan nasional tercatat sebesar 8,25 persen atau 23,36 juta jiwa, sementara Provinsi Banten berada pada angka 5,51 persen dan Kabupaten Lebak sebesar 8,03 persen.
Oleh karena itu, Ponpes Darel Azhar diharapkan menjadi simpul pendidikan yang menyiapkan santri mandiri, adaptif terhadap perubahan, serta mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial di sekitarnya.
Dukungan pembangunan pesantren ini juga diperkuat melalui kerja sama dengan mitra dari Kuwait sebagai wujud persahabatan antarnegara sahabat dalam penguatan pendidikan pesantren di Indonesia.
Kuwait memberikan bantuan berupa pembangunan sarana dan prasarana pesantren meliputi asrama putra tiga lantai, asrama putri tiga lantai, gedung ruang belajar tiga lantai, gedung keterampilan dua lantai dan aula mini Tahfidzul Quran dengan estimasi Rp9,5 miliar.
Baca juga: Menko PM respons insiden tragis siswa SD di NTT, minta pemda terbuka
Baca juga: Menko PM tegaskan program JKN wujud nyata kehadiran negara





