Intip 4 Strategi Telkom (TLKM) Perkuat Daya Saing

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengusung empat strategi untuk meningkatkan daya saing. Bertajuk Telkom 30 transformasi lewat empat pilar itu dicanangkan untuk periode 2025-2030. 

SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengatakan bahwa TLKM 30 adalah kerangka transformasi strategis Telkom untuk memperkuat daya saing jangka panjang melalui empat pilar utama. 

Pertama, TLKM fokus pada operational & service excellence sebagai dasar, dengan reformasi budaya lewat program BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility). 

"Pada saat bersamaan, TLKM mendorong peningkatan tata kelola, alokasi modal yang prudent, serta fokus pada produk dan layanan bernilai tinggi," ujarnya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).  

Kedua, lanjut Reza, streamlining melalui konsolidasi dan penataan portofolio bisnis untuk memfokuskan  pada penguatan bisnis inti serta pengembangan bisnis next-core yang memiliki skala dan potensi pertumbuhan signifikan. 

Sebagai informasi, TLKM sedang merampingkan anak usaha dari sekitar 60 menjadi lebih ringkas dan efisien. 

Baca Juga

  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah, Saham TLKM dan AMRT Cs Masih Cuan
  • Target Harga Saham Dikerek, Intip Sisi Menarik Telkom (TLKM)
  • The 5G Expansion Race Among XLSmart (EXCL), Telkomsel (TLKM), Indosat (ISAT)

Ketiga, jelasnya, unlock value dengan mempercepat monetisasi aset infrastruktur dan membangun kemitraan strategis sehingga perusahaan lebih lincah..

Keempat, modus operandi shift, yaitu peralihan dari perusahaan operasional menuju strategic holding yang agile, value-driven, dan berorientasi pada penciptaan nilai serta peningkatan total return pemegang saham.

Pada sisi kinerja, emiten telekomunikasi pelat merah ini mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih per September 2025.

Sepanjang Januari-September 2025, TLKM mengantongi pendapatan Rp109,61 triliun atau turun 2,31% year-on-year (YoY) dari pendapatan 9 bulan 2024 sebesar Rp112,22 triliun.

Pendapatan itu berasal dari segmen data, internet, dan IT service Rp64,8 triliun, IndiHome Rp19,73 triliun, interkoneksi Rp7,1 triliun, SMS, fixed, dan cellular voice Rp6,7 triliun, serta jaringan dan jasa telekomunikasi lainnya Rp11,27 triliun.

Dua segmen pendapatan TLKM tumbuh negatif pada periode tersebut. Segmen legasi turun 15%, sedangkan pendapatan dari data, internet, dan IT service melemah 4,6% dari Rp67,9 triliun pada Januari-September 2024.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Foto: Tanah Tegal Bergerak, Pemerintah Pastikan Hunian Tetap untuk Warga
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang pemilu Bangladesh, KBRI Dhaka ingatkan WNI perhatikan keamanan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
MNC Finance Kembali Gelar Durian Vaganza, Bisa Pererat Relasi Bisnis
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Gempa M 5,9 Mengguncang Kepulauan Tanimbar, Tidak Berpotensi Tsunami
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPOM Segera Revisi Aturan, Dorong Pengembangan Industri Jamu Nasional
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.