Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah

suara.com
11 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Habiburokhman menilai usulan Abraham Samad mengenai pergantian Kapolri untuk reformasi kepolisian keliru.
  • Menurut Habiburokhman, reformasi institusional tidak boleh didasarkan pada preferensi atau pandangan personal.
  • Data Komisi III menunjukkan Kapolri Listyo Sigit dinilai berperan aktif mempercepat reformasi sejak menjabat 2021.

Suara.com - Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, menyebut pernyataan Abraham Samad dan rekan, terkait reformasi kepolisian sebagai salah kaprah. Sebab, Abraham menilai reformasi baru bisa dilakukan jika kapolri diganti.

"Pernyataan tokoh oposisi Abraham Samad dan rekan-rekannya kepada Presiden Prabowo jika reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada jika Kapolri diganti adalah pernyataan yang salah kaprah," kata Habiburokhman, dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Menurut Habiburokhman, cukup aneh ketika banyak pihak berbicara berdasarkan kajian ilmiah. Terutama, soal reformasi kultural dan institusional, kemudian memberi usul yang sangat personal.

"Usulan mereka terasa sangat tendensius, subyektif dan bersudut pandang yang sangat sempit," kata dia.

Menurut dia, reformasi di bidang apapun tidak bisa disandarkan hanya pada persoalan suka tidak suka yang bersifat personal. Terlebih, kata Habiburokhman, Kapolri Listiyo Sigit Prabowo justru sosok yang selama ini terdepan dalam mempercepat reformasi Polri.

"Data di Komisi III jelas menunjukkan bahwa sejak memimpin 2021, tingkat represifitas menurun sangat drastis di banding periode-periode sebelumnya," ujarnya.

Polri, kata dia, juga tercatat sebagai institusi mitra Komisi III yang paling responsif terhadap pengaduan masyarakat. Habiburokhman melihat pergantian Kapolri adalah kewenangan konstitusional.

Presiden, menurut Habiburokhman, tidak bisa diintervensi oleh tokoh-tokoh oposisi tersebut. Menurut dia, boleh saja mereka berbeda kepentingan soal politik.

"Tetapi janganlah memberikan tekanan yang salah kaprah kepada Presiden karena justru bisa melemahkan negara kita," kata Habiburokhman.

Baca Juga: IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian

Habiburokhman memahami karakter Presiden Prabowo yang tidak suka berbicara soal personal. Terutama, ketika membahas hal yang bersifat institusional.

"Selain itu beliau juga tidak suka jika ada orang yang menjelek-jelekkan orang lain di depan beliau. Ayo kita satukan langkah dan bulatkan tekat, kita dukung reformasi Polri secara kultural," tambah Habiburokhman.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jaksa Temukan Bukti Tekanan Proyek Chromebook, Kesaksian PPK Mundur Bisa Beratkan Hukuman Nadiem
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Sambut HUT ke-69, BCA Resmi Buka BCA Expoversary 2026 di ICE BSD
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemkomdigi Bagikan 8.000 Akun Canva Pro Gratis untuk UMKM
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Ini Respons Danantara soal Moody’s Pangkas Outlook Utang BUMN Jadi Negatif
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkes Tanggapi Penonaktifan Jutaan Peserta BPJS PBI, Sebut Solusi Sedang Dibahas
• 21 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.