Jakarta, VIVA – Hubungan antara aparat kepolisian dan kelompok buruh kembali menjadi perhatian publik setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerima audiensi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Mabes Polri itu membahas berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan buruh hingga mekanisme penyelesaian persoalan industrial.
Dalam audiensi tersebut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus memperkuat kerja sama dengan elemen buruh. Menurutnya, sinergi yang sudah terjalin perlu dijaga dan ditingkatkan agar aspirasi pekerja dapat tersalurkan dengan baik, sekaligus menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif.
Salah satu fokus yang disampaikan adalah optimalisasi peran Desk Ketenagakerjaan Polri. Desk ini diposisikan sebagai wadah pelayanan kepolisian dalam menangani persoalan perburuhan, termasuk konflik industrial dan perlindungan kelompok pekerja rentan.
“Kami terus untuk mengoptimalkan terkait dengan pelayanan kepolisian di bidang permasalahan perburuhan, juga tentunya kita perluas terkait dengan perlindungan terhadap buruh-buruh perempuan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo usai audiensi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Desk Ketenagakerjaan tidak hanya berfungsi sebagai ruang aduan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat kehadiran negara dalam memastikan hak-hak buruh terlindungi. Melalui mekanisme tersebut, Polri berupaya berperan aktif saat buruh menyampaikan aspirasi, menghadapi konflik hubungan industrial, maupun ketika membutuhkan perlindungan hukum.
“Baik pada saat menyampaikan aspirasi ataukah pada saat kita membantu menyelesaikan masalah industrial yang ada ataupun juga memberikan perlindungan-perlindungan yang harus kita berikan,” ujar Sigit.
Lebih jauh, Kapolri berharap sinergi yang terbangun dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan buruh. Ia juga menyinggung pentingnya pembukaan lapangan kerja agar pekerja memiliki ruang untuk berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
“Kita akan terus menjaga hubungan yang sudah sangat baik ini untuk terus ke depan kita tingkatkan sebagai sahabat-sahabat kami. Dan buruh juga menempatkan kami sebagai sahabat-sahabat dari buruh. Dan ini tentunya menjadi hal yang harus terus kita jaga dan kita perbaiki dan kita pertahankan ke depan,” ucap Sigit.




