Gempa 6,4 M di Pacitan Ternyata Megathrust, BMKG Bersyukur tak Sampai Tsunami

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, PACITAN -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari merupakan gempa megathrust dengan kedalaman dangkal. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan gempa tersebut memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan naik atau thrusting, yang menjadi ciri khas gempa pada zona subduksi megathrust selatan Jawa.

BMKG menilai gempa tersebut patut disyukuri masyarakat tidak mencapai magnitudo 7,0. "Karena jika kekuatannya lebih besar berpotensi memicu tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa," ucap dia kepada pewarta dalam grup informasi kegempaan nasional di Jakarta, Jumat.

Baca Juga
  • Gempa 6,4 M Guncang Pacitan Jawa Timur Jumat Dini Hari, Getaran Terasa Hingga Yogyakarta
  • Aspal Jalan Karangkajen Retak 20 Meter Akibat Gempa Pacitan, Dinas PU Yogya: Sudah Diperbaiki
  • Gempa Pacitan Rusak Beberapa Rumah, BMKG Ingatkan Warga Gempa Susulan
Menurut dia, hal tersebut pernah terjadi sebagaimana catatan BMKG wilayah Pacitan memiliki rekam jejak tsunami, antara lain peristiwa tsunami pada 4 Januari 1840 dan 20 Oktober 1859 yang terjadi setelah gempa besar di zona subduksi selatan Pulau Jawa. Secara geografis, lanjutnya, wilayah Pacitan berhadapan langsung dengan megathrust Jawa serta memiliki banyak teluk dan pantai sempit yang dapat memperkuat amplitudo gelombang tsunami apabila terjadi gempa besar.

BMKG sebelumnya mendeteksi gempa bermagnitudo 6,2 terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 58 kilometer di tenggara Kota Pacitan. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah dengan Pacitan, Bantul, dan Sleman (intensitas IV MMI), Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Blitar, Surakarta, hingga Banjarnegara (III MMI), serta Tuban dan Jepara (II MMI)

.rec-desc {padding: 7px !important;} Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan hingga pukul 01.35 WIB belum terpantau adanya gempa susulan. Berdasarkan data sementara BPBD Jatim, gempa mengakibatkan satu rumah rusak berat di Pacitan, satu rumah rusak ringan di Wonogiri, empat rumah rusak ringan di Bantul, serta satu rumah rusak ringan di Sleman.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republikayogya (@republikayogya)

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengulas Ketimpangan PSIM vs Persis Jelang Derby Mataram: Dihantui Performa Kontras, Laskar Sambernyawa Punya Kekuatan Baru
• 23 jam lalubola.com
thumb
BMKG Pantau Siklon Tropis PENHA dan Bibit Siklon 98P, Ini Daftar Wilayah Terdampak
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Mentang-Mentang Diminati Madrid dan Manchester City, Szoboszlai Minta Naik Gaji 2 Kali Lipat di Liverpool, dan Susah Ditolak
• 16 jam laluharianfajar
thumb
HUT ke-18 Gerindra, Megawati Kirim Karangan Bunga: Lambang Persahabatan
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
KY Usai KPK OTT Hakim: Padahal Prabowo Sudah Naikkan Gaji Hakim 280 Persen
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.