JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau keberadaan Siklon Tropis PENHA dan Bibit Siklon Tropis 98P. Siklon Tropis PENHA berasal dari Bibit Siklon Tropis 94W yang berkembang menjadi siklon tropis sejak 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan update akun Instagram BMKG pada Jumat (6/2/2026), Siklon Tropis PENHA saat ini berada di utara Pulau Mindanao, Filipina. Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis PENHA diprakirakan persisten pada kategori 1.
Siklon tropis ini akan bergerak ke arah barat–barat laut dan menjauhi wilayah Indonesia. Meski bergerak menjauhi wilayah Tanah Air, Siklon Tropis Penha berpotensi memberikan dampak tidak langsung berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sulawesi dan Gorontalo.
Baca Juga: Siklon Tropis Penha Terbentuk, BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah
Kemudian, siklon tropis ini juga berpotensi memicu angin kencang di wilayah kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.
Gelombang laut tinggi 1,25-2,5 meter juga diperkirakan menerjang kawasan pesisir seperti Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua, perairan sekitar Kepulauan Sangihe dan laut Sulawesi bagian timur. Sementara itu, gelombang tinggi hingga 2,5-4 meter diperkirakan akan menerjang Samudra Pasifik utara Maluku.
Selain Siklon Tropis Penha, Bibit Siklon Tropis 98P juga masih terpantau aktif. Bibit siklon yang terbentuk sejak 29 Januari 2026 pukul 13.00 WIB ini tengah berada di sekitar pesisir barat laut Australia.
Dalam 24 jam, Bibit Siklon Tropis 98P berpeluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dengan pergerakan ke arah barat daya. BMKG memperkirakan bibit siklon tropis ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat serta angin kencang di Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, bibit siklon ini juga berpotensi memicu gelombang laut tinggi 1,25-2,5 meter di Laut Sawu, Perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Sermata, Perairan Kepulauan Babar hingga Tanimbar, Perairan Kepulauan Kai hingga Kepulauan Aru, Samudra Hindia selatan NTT dan Laut Arafuru bagian barat.
Baca Juga: Peneliti BRIN Jelaskan Mengapa Jakarta Tetap Rawan Banjir saat Siklon Tropis
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- Siklon tropis
- Siklon tropis penha
- Bibit siklon 98P
- Wilayah terdampak Siklon tropis penha



