Iran Bersedia Hentikan Sementara Program Nuklir Jika AS Cabut Sanksi

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA –Iran kemungkinan bersedia menghentikan sementara program nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat, demikian dilaporkan The New York Post pada Jumat, dengan mengutip sejumlah pejabat Iran.

Menurut surat kabar tersebut, para diplomat AS dan Iran sedang bertemu di Oman untuk membahas situasi di Timur Tengah dan mencegah eskalasi di kawasan tersebut. Pertemuan ini menandai negosiasi pertama setelah jeda berbulan-bulan yang dipicu oleh fase terbuka konflik Iran-Israel pada Juni 2025, setelah lima putaran konsultasi sebelumnya.

Baca Juga :
Negosiasi Putaran Pertama di Oman: Iran Tolak Tuntutan AS "Zero" Pengayaan Uranium
Erdogan Sebut Turki Berupaya Keras Mencegah Perang AS-Iran

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara tim AS dipimpin oleh utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff. Menjelang pembicaraan pada Jumat, kedua delegasi mengadakan pertemuan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi, menurut laporan dari media pemerintah Iran.

Sebelumnya, NBC News melaporkan dengan mengutip pejabat AS bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump belum memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang diharapkan Washington untuk dicapai jika aksi militer terhadap Iran dimulai.

Pada 4 Februari, Trump mengatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei "seharusnya sangat khawatir," dan mengancam akan melakukan "hal-hal yang sangat buruk" kepada Iran jika negara itu memutuskan untuk melanjutkan program nuklirnya di fasilitas baru.

Trump juga mengatakan pada Januari bahwa "armada besar" sedang menuju Iran, menambahkan bahwa ia berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan "adil dan merata" yang melibatkan penghentian total senjata nuklir.

Presiden memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai tentang program nuklir Iran, serangan AS terhadap negara itu akan "jauh lebih buruk" daripada serangan sebelumnya. (Ant)

Baca Juga :
Negosiasi Iran-AS di Oman Dimulai Setelah Tertunda Dua Jam, Komandan CENTCOM Ikut Nimbrung
Trump Tuntut Iran Lucuti Kemampuan Nuklir di Negosiasi Oman, Ancam Opsi Militer Jika Menolak
Jelang Negosiasi Nuklir di Oman, AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Iran

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Bangkit Lagi, Hari Ini Naik Rp30 Ribu Jadi Rp2,920 Juta
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WN Singapura TCL Hanya Disanksi Administrasi, Ada yang Tak Beres di Keimigrasian?
• 18 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Terbitkan Aturan Tanah Telantar Bisa Disita Negara, Ini Kriterianya
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
ID FOOD perkuat ketahanan pangan lewat hilirisasi ayam terintegrasi
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
IIMS 2026, Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani: Jadi Sarana Edukasi Kendaraan Ramah Lingkungan
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.