Sering Disangka Sama, Ini Beda Asam Urat dan Rematik

tabloidbintang.com
2 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Nyeri sendi kerap langsung disebut sebagai rematik oleh sebagian besar masyarakat. Padahal, dunia medis menegaskan bahwa rematik dan asam urat adalah dua penyakit yang berbeda, baik dari penyebab hingga penanganannya.

Kesalahan memahami keduanya bisa berdampak pada terapi yang tidak tepat.

Mengutip sejumlah sumber medis internasional, termasuk WebMD, artritis reumatoid atau rematik dan asam urat sama-sama tergolong penyakit radang sendi.

Keduanya memicu nyeri, pembengkakan, hingga kekakuan. Meski sekilas tampak serupa, ada perbedaan mendasar yang wajib dikenali sejak dini.

Rematik merupakan penyakit autoimun, yakni kondisi saat sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehat, termasuk lapisan sendi.

Akibatnya, timbul peradangan kronis yang dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri berkepanjangan, hingga perubahan bentuk sendi.

Tak hanya sendi, rematik juga berisiko menyerang organ lain seperti mata, kulit, hingga jantung.

Berbeda dengan rematik, asam urat muncul akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Zat ini terbentuk dari pemecahan makanan tertentu, terutama yang tinggi purin seperti daging merah. 

Ketika ginjal tak mampu membuangnya secara optimal, asam urat akan membentuk kristal tajam menyerupai jarum yang menumpuk di persendian dan memicu rasa nyeri hebat.

Dari sisi gejala, rematik biasanya menyerang sendi kecil terlebih dahulu, seperti jari tangan dan kaki. 

Rasa nyeri dan kaku cenderung muncul di kedua sisi tubuh secara simetris dan terasa paling parah saat pagi hari. Uniknya, keluhan rematik kerap berkurang seiring aktivitas.

Sementara itu, asam urat sering datang secara tiba-tiba dengan nyeri yang sangat menyiksa, bahkan digambarkan seperti sensasi terbakar. 

Serangan umumnya hanya mengenai satu sendi, paling sering jempol kaki, disertai kemerahan dan bengkak. Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami demam saat serangan terjadi.

Meski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, rematik dan asam urat bisa dikendalikan. 

Obat pereda nyeri dan antiinflamasi kerap digunakan untuk meredakan gejala. Namun, terapi jangka panjang tetap bergantung pada penyebab masing-masing penyakit. 

Pada rematik, dokter biasanya meresepkan obat penekan sistem imun, sedangkan asam urat ditangani dengan obat penurun kadar asam urat serta perubahan pola makan.

Menariknya, seseorang bisa saja menderita rematik dan asam urat secara bersamaan. Oleh karena itu, pemeriksaan medis menjadi langkah penting agar diagnosis dan pengobatan tepat sasaran.

Jika nyeri sendi tak kunjung mereda atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sudah Cium Aroma Scudetto, Striker Inter Milan Siap Amankan Juara Serie A Musim Ini
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Kisah Warga Aceh Tamiang Bertahan dari Banjir, Dibantu Relawan Jhonlin Group
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bawa Anak Dalam Mobil, Gabby Diberondong Tembakan
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Begini Kebijakan Pembelajaran di Sekolah Selama Ramadan
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Pasca Gempa M 6,4 Guncang Pacitan: BPBD Laporkan Satu Warga Meninggal dan Lima Rumah Rusak
• 11 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.