Pemerintah akan memberlakukan kebijakan work from anywhere (WFA) menjelang Hari Raya Nyepi dan periode Ramadan. Kebijakan ini diharapkan dapat mengatur arus mobilitas masyarakat secara lebih merata, sekaligus tetap menopang aktivitas dan perputaran ekonomi.
Kebijakan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 16-17 Maret serta dilanjutkan pada 25-27 Maret.
“Jadi kalau boleh di-spill, work anywhere-nya tanggal 16-17, tanggal 25-26-27 (Maret). Jadi yang mau merencanakan liburan, silakan,” kata Airlangga dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2).
Airlangga menuturkan, meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa liburan kerap diiringi dengan lonjakan konsumsi. Kondisi tersebut pun akhirnya mendorong aktivitas ekonomi yang terlihat dari naiknya indeks keyakinan konsumen, penjualan produk elektronik, hingga tingkat okupansi hotel yang tetap tinggi.
“Jadi ini tetap untung, di mana para pengusaha termasuk di (sektor) pariwisata,” lanjutnya.
Di samping itu, pemerintah juga menyiapkan stimulus berupa potongan harga tiket transportasi, mulai dari kereta api, kapal laut, hingga pesawat. Airlangga menjelaskan, khusus untuk tiket kereta api dan kapal, diskon yang diberikan mencapai 30 persen.
“Diskon tiket pesawat real-nya nanti sekitar 17-18 persen. Dengan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah. Kalau sebelumnya saat Natal, PPN yang ditanggung hanya 6 persen, kali ini full,” ujar Airlangga saat ditemui di kantornya di Jakarta, Kamis (5/2).
Adapun saat ini pemerintah tengah merampungkan ketentuan teknis program tersebut melalui penyusunan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Ia berharap regulasi tersebut dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494262/original/002677900_1770282457-Bali_United_Vs_Persebaya_Surabaya.jpg)

