Bentrok Warga di Maluku Utara: 6 Rumah Terbakar, 2 Polisi Tertembak

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bentrok antarwarga Desa Morella dan Desa Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, pecah pada Jumat (6/2) dini hari. Dalam insiden tersebut, massa dilaporkan menggunakan bom rakitan dan senjata api.

Peristiwa bermula sekitar pukul 00.10 WIT. Massa dari Desa Morella melakukan mobilisasi menuju wilayah perbatasan melalui dua jalur, yakni laut dan darat dengan berjalan kaki.

Akibat bentrokan, 4 warga Desa Hitu Messing mengalami luka. Selain itu, 2 anggota kepolisian tertembak saat berupaya mengendalikan situasi.

Dua polisi yang menjadi korban yakni Brigpol Dussalam Nunlehu, anggota Unit Reskrim Polsek Leihitu, yang mengalami luka tembak di betis kanan, serta Brigpol Alfauzan Malawat, anggota Ditintelkam Polda Maluku, yang mengalami luka tembak di betis kiri. Keduanya langsung dilarikan ke RSUP Dr. Leimena Ambon untuk mendapatkan perawatan medis.

Bentrokan baru dapat diredam setelah jajaran pimpinan aparat keamanan tiba di lokasi.

Sejumlah pejabat yang turun langsung di antaranya Dirintelkam Polda Maluku, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Wakapolresta, Danyon Brimob, Kabag Ops, Kabag Log, Kasat Samapta, dan Kasat Intelkam.

Aparat gabungan bersama Tim Siaga dan PRC, didukung Kompi Brimob serta Samapta Polda Maluku, melakukan pengendalian massa dengan mendorong warga mundur dari wilayah perbatasan.

Sekitar pukul 03.30 WIT, personel Polri berhasil memukul mundur massa dari Desa Morella untuk kembali dari wilayah perbatasan Negeri Hitu Messing dan Negeri Mamala.

Situasi Lokasi Mulai Kondusif

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Yoga Putra Prima Setya mengatakan, hingga Jumat siang situasi telah berhasil dikendalikan.

“Saat ini kondisi sudah aman dan terkendali. Kami bersama Bupati Maluku Tengah, Dirintelkam Polda Maluku, dan Dansat Brimobda Maluku masih melakukan pengamanan di wilayah Hitu Messing dan Morella untuk mengantisipasi bentrok susulan,” ujar Yoga kepada kumparan, Jumat (6/2).

Ia menambahkan, aparat keamanan telah menyiapkan sejumlah langkah pencegahan guna menjaga situasi tetap kondusif.

“Langkah yang kami lakukan antara lain meningkatkan dialog dan komunikasi antarwarga dan tokoh masyarakat, memperkuat pengamanan dengan menempatkan personel gabungan Brimob, Samapta, dan Polresta, serta melakukan edukasi dan imbauan kamtibmas agar masyarakat menjaga toleransi dan kerukunan,” katanya.

Selain korban luka, bentrokan tersebut juga mengakibatkan enam unit rumah warga di Negeri Hitu Messing terbakar. Hingga kini, sekitar 100 personel gabungan Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon, dan Polsek Leihitu masih disiagakan di lokasi untuk mencegah aksi saling serang kembali.

Aparat menyebut bentrok antarwarga dua desa tersebut dipicu oleh dendam lama yang kembali memanas.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Full Time Lewat Formasi Khusus Didukung Wakil Rakyat
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Polda Jambi Tindak Tegas 2 Oknum yang Terlibat Kekerasan Seksual ke Remaja
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Siswa SD di Ngada Akhiri Hidup, Alissa Wahid Ungkap Luka Sunyi di Balik Tawa Anak | ROSI
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Gunung Marapi Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik 3 Kilometer
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ekologi Politik Feminis, Ruang Kolaborasi dan Perjumpaan pada Masa Krisis
• 20 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.