Peran Strategis Muhammadiyah Dorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Dengan fundamental ekonomi yang relatif solid, berbagai kebijakan fiskal dan moneter, serta program strategis nasional, diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperluas penciptaan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.

Sinergi antara Pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan pelaku usaha, menjadi kunci dalam mengakselerasi agenda pembangunan ekonomi nasional.

BACA JUGA:Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Wapres Tegaskan Keselamatan Warga Prioritas Utama

BACA JUGA:Kementerian, TNI, dan Polri Kompak Bahas Penguatan Moderasi Beragama, Ini Hasilnya

”Sebuah kehormatan bagi saya untuk hadir di organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia. Di tahun 2026, ini adalah tahun yang penting. Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto saat berdialog bersama warga Muhammadiyah dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Jumat (6/02).

Airlangga menambahkan, Dan bila dibandingkan dengan berbagai negara lain, Indonesia ini salah satu yang potensi resesinya terkecil, yaitu 3%.

"Jauh lebih rendah dari negara yang di depan kita, seperti Jepang dan Amerika Serikat,” lanjut Airlangga.

Dari sisi permintaan, konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung belanja Pemerintah serta stimulus yang tepat sasaran sepanjang 2025.

Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,11% dengan kontribusi 53,88% terhadap PDB, sementara investasi tumbuh 6,12% dengan kontribusi 28,77%.

BACA JUGA:Ultimatum Purbaya ke Pegawai DJP yang Baru Dilantik, Korupsi Terulang, Pimpinan Ikut Dicopot!

BACA JUGA:Habiburokhman: Desakan Ganti Kapolri sebagai Syarat Reformasi Polri Salah Kaprah

Industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB, sekaligus mencatatkan pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lainnya.

Perbaikan kinerja ekonomi tersebut turut diiringi dengan membaiknya indikator sosial.

Tingkat kemiskinan menurun menjadi 8,25% dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 0,70 juta orang, rasio Gini menurun menjadi 0,363, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,7%, serta pasar tenaga kerja mencatatkan tambahan sekitar 1,4 juta orang bekerja.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Tetapi Nggak Terlalu Banyak
• 3 jam lalugenpi.co
thumb
Polda Jatim Gelar Kerja Bakti Serentak Laksanakan Program Gerakan Indonesia Asri
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Jelang Imlek 2026, Perajin Kue Tutun Kebanjiran Pesanan di Lampung Kebanjiran Pesanan
• 45 menit lalukompas.tv
thumb
Banggar DPR Desak Presiden Prabowo Pimpin Reformasi Sektor Keuangan dan Fiskal
• 10 jam lalumatamata.com
thumb
Ketua PN Depok hingga Dirut PT Karabha Digdaya Tersangka Kasus Suap Sengketa Lahan Rp850 Juta
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.